SUSU KERBAU: GELIAT EMAS PUTIH YANG BERKILAU
Miskiyah
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian
Karena potensi dan kandungan gizinya yang sangat besar, susu kerbau dijuluki sebagai emas putih.
Susu yang dikenal oleh masyarakat awam lazim dihasilkan oleh ternak sapi. Namun pada kenyataannya banyak ternak ruminansia lainnya mampu menghasilkan susu, misalnya domba, kambing, kerbau, kuda, unta. Hanya saja produksi susu asal ternak selain sapi terbatas pada daerah tertentu saja.
Susu kerbau hanya dikenal di beberapa daerah di Indonesia, antara lain di daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sumbawa dan beberapa daerah lainnya. Dilihat dari populasi sebenarnya populasi kerbau di Indonesia cukup tinggi jika dibandingkan dengan sapi perah. Namun seberapa besar yang mampu menghasilkan susu, belum ada data yang tersedia.
Sedangkan berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh BPS produksi susu menunjukkan kecenderungan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006 produksi susu menunjukkan angka 39.680.250 liter, sedangkan pada tahun 2007 menjadi 45.036.630. Jika dirupiahkan maka setara dengan nilai jual Rp 89.454,68 juta (2006), sedangkan pada tahun 2007 sekitar Rp 125.831,68 juta. Namun produksi tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan susu di dalam negeri.
Apabila dilihat dari komposisi kandungan gizi yang terdapat di dalamya, kandungan gizi susu kerbau tidak kalah dengan susu asal ternak lainnya. Bahkan kandungan protein dan lemaknya sangat tinggi, yaitu 5,5 dan 10,5%, dua kali lipat dari susu lain. Sehingga susu kerbau sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


