PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN KUALITAS RPH
Kondisi saat ini sebagian besar RPH belum memenuhi persyaratan teknis Kesmavet. Sistem operasional yang didasarkan atas tatanan manajemen masih belum menerapkan teknis keamanan pangan (tradisional). Sistem pengawasan dan penerapan teknis belum berjalan efektif. Sedangkan pola produksi daging belum menerapkan sistem grading (sistem kualitas). Terbatasnya SDM teknis yang berkompeten, dan masih banyak pemotongan hewan di luar RPH.
Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kualitas RPH diperlukan peningkatan penyediaan daging sapi domestik yang ASUH dan berdaya saing secara konsisten. Meningkatkan kapasitas RPH dalam rangka pemenuhan kebutuhan konsumsi daging sapi lokal, regional dan ekspor melalui peningkatan kontribusi produksi daging yang berkualitas sebesar 18%-20%. Mempercepat penerapan strategi penurunan proporsi daging dan jeroan impor terhadap total permintaan daging sapi nasional dari 17,7% (tahun 2008) menjadi 5% - 7% (tahun 2014).
Sedangkan tujuan lain yang diharapkan dari kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kualitas RPH adalah: Meningkatkan efisiensi, kinerja dan peranan pelaku usaha pemotongan serta pelaku usaha tata niaga daging sapi menuju keluarga sejahtera. Menggali potensi daerah yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai sentra agribisnis peternakan khususnya komoditas daging sapi.
Volume dan Satuan Ukur
Pembangunan 5 unit RPH baru di Provinsi Jawa Barat, Jateng, Jatim, Bali dan Riau. Pelaksanaan 5 jenis pelatihan peningkatan keterampilan dan kompetensi SDM RPH sebanyak 200 orang hari (OH). Pelaksanaan sosialisasi dan/atau edukasi kepada petugas RPH dan konsumen sebanyak 200 orang jalan (OJ).****


