Update : Senin, 26/07/2010
 
Ternak

Kebutuhan Pakan Ternak Mencapai 9,1 Juta Ton pada 2010

Kebutuhan pakan ternak nasional tahun 2010 diprediksi akan mencapai 9,1 juta ton atau tumbuh sebesar 8 % dari tahun sebelumnya 8,4 juta ton (2009).

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Sudirman mengatakan hal itu pada Rapat Koordinasi pakan 2010 di Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan, Kementerian Pertanian (Kementan).

Sudirman mengatakan, kenaikan kebutuhan konsumsi pakan dipengaruhi oleh fluktuasi harga bahan baku, nilai tukar, teknologi yang diterapkan, pertumbuhan ekonomi nasional, daya beli dan konsumsi akan daging, susu dan telur. Sebagian besar distribusi pakan ternak 2010 diprediksi akan didominasi untuk pemenuhan kebutuhan pakan peternakan ayam petelur dan daging yaitu sebesar 36 %”, ujarnya.

Kenaikan kebutuhan konsumsi pakan tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan beberapa bahan baku pakan pada tahun 2010, terutama komoditas jagung yang mencapai angka 4,78 juta ton/tahun. Diikuti oleh kenaikan kebutuhan bahan baku polard mencapai angka 0,744 juta ton/tahun, tepung ikan 0,465 juta ton/tahun, dan premix 0, 056 juta ton/tahun. Sementara itu, diperkirakan kebutuhan bahan baku soy bean meal dan dedak akan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya dengan masing-masing pada angka 1,395 juta ton/tahun.

Terkait dengan ketersediaan jagung pada tahun 2010, Direktur Budidaya Serealia, Ditjen Tanaman Pangan, Kementan, Ir. Siwi Purwanto mengatakan diperkirakan terdapat 66.680.000 ton gabah kering giling (GKG). “Dengan perhitungan ketersediaan dedak rata-rata 8 % dari GKG, maka pada tahun 2010 tersedia 5,33 juta ton”, jelasnya.

Siwi mengatakan, pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan terutama pada komoditas jagung akan dilakukan melalui empat strategi pengembangan jagung, yaitu meningkatkan produktivitas, perluasan areal tanam,pengamanan produksi dan pengembangan kelembagaan pembiayaan serta kemitraan dengan stake holders. ”Kami akan terus berupaya meningkatkan pengembangan daerah sentra penanaman jagung di setiap provinsi”, ujarnya.

Arsip