Update : Kamis, 11/03/2010
 
Sorotan

SMD, Kewajiban Moral bagi Sarjana Peternakan

Sebagai seorang Sarjana Peternakan, masuk program SMD adalah menjadi kewajiban moral untuk melakukan pembinaan dan bimbingan kepada masyarakat peternak di wilayahnya yang terbilang masih sangat tradisional.

“Untuk itulah pihaknya langsung bergabung dengan kelompoktani dan Peternak Sapi Bersatu Semapet”, kata Noverandus seorang SMD Kabupaten Solok Sumatera Barat angkatan 2008 ketika menerima kunjungan peserta temu koordinasi kehumasan Deptan di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Ia mengakui awalnya pihaknya tidak masuk nominasi namun terus dicoba belajar dengan masyarakatnya untuk mentransfer ilmu sehingga pada rekruitmen SMD 2008 setelah evaluasi kedua dinyatakan lulus. Tahap awal dengan populasi sapi 10 ekor jenis Simenthal untuk pembibitan karena dinilai punya nilai ekonomi baik.

Setelah masuk program SMD akhirnya terjadi peningkatan populasi karena ada anggaran dana Rp 363 juta, di mana 80 persen diorientasikan ke pembibitan sapi dengan populasi sampai sekarang 48 ekor yakni 13 ekor pedet, 6 ekor penggemukan dan selebihnya sapi induk dan diantaranya ada yang bunting dan melahirkan.

Manfaat program SMD ini sebagaimana dituturkan alumni Universitas Andalas ini, kelompoktani dan masyarakat sekitar sangat menikmati keberadaan SMD ini. Dari segi SDM sebelumnya para peternak hanya mengetahui pakan sapi adalah rumput, dan kini mereka memahami tentang pakan konsentrat baik cara pembuatan dan komposisinya. “Tidak bisa dibayangkan jika tiap hari harus mencari rumput untuk pakan 40 ekor sapi”, kata Noverandus.

Apalagi, Kabupaten Solok sebagai daerah pertanian yang banyak menghasilkan limbah jerami padi, sehingga kebutuhan pakan ternak tidak menjadi masalah. Pada saat produksi jerami tinggi, dilakukan fermentasi oleh anggota kelompok, dan pencarian jerami ini dilakukan bergantian dari anggota kelompok semingga sekali secara gotongroyong.

Dijelaskan, kapasitas peternak sebelumnya mengelola 1-2 ekor, sekarang 40 ekor dalam kelompok dengan sistem paket. Dengan jumlah sapi tersebut cukup pemberian makannya dilakukan oleh 3 orang anggota kelompok secara bergantian.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip