Update : Kamis, 11/03/2010
 
Sorotan

Program SMD Percepat Pencapaian Swasembada Daging Nasional

Program Sarjana Masuk Desa (SMD) yang mulai dilaksanakan tahun 2007 membuktikan mampu memicu kegiatan partisipasi masyarakat di bidang peternakan sejumlah propinsi di tanah air, sehingga kebijakan Departemen Pertanian menempatkan program tersebut ditingkatkan baik dari sisi pendanaannya termasuk volume kegiatan dan cakupannya yang mulai tahun 2009 ini bukan hanya sapi tapi kambing dan domba, unggas lokal serta kelinci.

Prinsipnya program SMD ini dirancang guna memberdayakan para lulusan perguruan tinggi khususnya yang punya Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan dan potensial menjadi motivator, dan bahkan sanggup berperan serta langsung mengembangkan usaha agribisnis di bidang peternakan di pedesaan.

Program ini diarahkan mampu mendorong percepatan pencapaian sasaran swasembada daging secara nasional. Dalam pelaksanaannya diharapkan didukung oleh semua komponen pembangunan baik lingkup pemerintah, swasta dan lain-lain.

Dengan jumlah personil SMD hasil rekruitmen selama tiga tahun berturut-turut sebanyak 810 orang, dan masih akan berlanjut sampai tahun 2010, tujuannya antara lain untuk mengembalikan posisi negara ini dari importir besar komoditi peternakan menjadi swasembada bahkan sebagai posisi eksportir.

Departemen Pertanian dalam pencapaian sasaran swasembada daging menempatkannya sebagai program penting, dengan melalui kerjasama 22 Perguruan Tinggi yang ada Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan, serta 20 Dinas yang membidangi fungsi peternakan propinsi. Dana yang dikeluarkan pada tahun 2008 tidak kurang dari Rp 71 miliar dan Rp 69 miliar di antaranya dialokasikan untuk pelaksanaan SMD khususnya untuk menstimulir kelompoktani ternak dalam pengelolaan usaha agribisnis sapi potong.

Alokasi dana kelompok binaan SMD yang berdomisili di Jawa dan Sumatera pada tahun 2008 sebanyak 138 yang memperoleh paket untuk pengembangan usaha pembibitan sapi Brahman Cross, dan bakalan lokal dengan nilai Rp 363 juta per paket. Para SMD dan kelompoknya itu diarahkan mengembangkan sapi jenis Brahman Cross bunting minimal 3 bulan.

SMD yang berdomisili di luar Pulau Jawa dan Sumatera sebanyak 62 personil dan memperoleh paket usaha pembibitan dan penggemukan sapi lokal dengan nilai per paket Rp 303 juta. Sementara program SMD tahun 2009 diperluas cakupannya bukan hanya sapi potong melainkan sapi perah, kambing domba, unggas lokal dan kelinci, demikian jumlah perguruan tinggi yang akan menjadi mitra Ditjen Peternakan.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip