Update : Kamis, 11/03/2010
 
Sorotan

Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan di Daerah

Pada hakekatnya pembangunan pertanian bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, perluasan lapangan kerja, penyediaan bahan baku untuk industri, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Keberhasilan pembangunan ketahanan pangan tidak hanya dilihat dalam pencapaian produksi namun lebih pada tersedianya manusia berkualitas.

Namun demikian untuk meningkatkan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan ditemui berbagai kendala, di antaranya menurunnya daya dukung sumber daya lahan secara kuantitas maupun kualitas, yakni sebagai akibat penurunan alih fungsi lahan dan kesuburan tanah. Di samping itu sebagai akibat meningkatnya jumlah penduduk yang memerlukan perhatian cukup serius dari berbagai pihak untuk menyediakan pangan secara berkualitas.

Untuk meningkatkan produksi pangan diperlukan berbagai kegiatan, di antaranya melalui pemberian pupuk, pengenalan berbagai teknologi baru. Dalam upaya menghadapi pangan kebijaksanaan yang perlu diambil di antaranya melalui upaya mengatasi suplai dan demand, beberapa komoditi sensitif dan diversifikasi pangan.

”Sedangkan kebijakan pangan dan gizi yang perlu dilaksanakannya melalui peningkatan produksi, stabilisasi harga dan peningkatan mutu”, kata Lodrik Biston, Asisten Deputy Bidang Menko Perekonomian pada Seminar Nasional ”Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan” yang diselenggarakan di Mataram baru-baru ini.

Percepatan Keanekaragaman
Oleh karena itu percepatan keanekaragaman konsumsi pangan merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam rangka penyediaan pangan berkelanjutan untuk menjamin ketahanan pangan dan ketahanan nasional. ”Bahkan percepatan keanekaragaman konsumsi pangan merupakan salah satu yang perlu dilaksanakan dalam bidang pertanian dalam program kerja 100 hari Kabinet SBY jilid II”, kata Ir. Mulyono Machmur, Kepala Pusat Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian.

Menurut Mulyono Machmur, ketahanan pangan adalah suatu kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dan tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutu, aman, merata dan terjangkau. Sedangkan pangan adalah segala sesuatu dari sumber daya hayati dan air, baik diolah maupun tidak yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman untuk dikonsumsi manusia.

”Penganekaragaman konsumsi pangan adalah proses pemilihan pangan yang dikonsumsi dengan tidak tergantung kepada satu jenis saja, tetapi terhadap bermacam-macam bahan pangan”, kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Propinsi NTB Ir. Husnaenidiaty Nurdin, MM pada Seminar Nasional Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan. Pola konsumsi itu merupakan susunan makanan yang mencakup jenis dan jumlah bahan makanan rata-rata per orang per hari yang umum dikonsumsi.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip