MELONGOK WISATA ANGGREK DI BALI
Mampirlah ke Bali Orchid Garden. Hanya sekitar 10 menit dari pantai Sanur, Bali. Ada sekitar 500 jenis anggrek di kebun ini.
”Rata-rata ada sekitar 2000 pengunjung yang datang di kebun ini per bulannya,” kata Putu Wijaya, Marketing Bali Orchid Garden kepada Sinar Tani.
Mieke Suswono, istri Menteri Pertanian Suswono kagum melihat kebun anggrek di daerah panas di Bali ini. Ia berkeliling kebun seluas hampir satu hektar. Di kebun ini juga dijajakan souvernir untuk hiasan wanita yang berisi bunga anggrek.
Pemilik Bali Orchid Garden Drh David A Dowd mengatakan usaha ini mulai dibangun tahun 1998. Tetapi dibuka untuk umum tahun 2000. Usaha ini bermula dari hobinya sejak lama. Idenya berasal dari David melihat kebun anggrek di Singapura dan Thailand. ”Indonesia khususnya Bali belum punya padahal banyak wisatawan ke sini,” tuturnya kepada Sinar Tani di Bali.
Menurutnya koleksi anggrek di sini lebih banyak, lebih bagus dan lebih luas dibanding yang ada di Singapura. ”Di sini selalu ada yang berbunga. Berbunga secara alamiah. Seperti di hutan saja. Kalau di Singapura, dia meminjam dari tempat lain, anggrek yang berbunga dibawa ke taman anggreknya dan bila sudah layu ditukar dengan yang lain,” tambah David.
Sekitar 500 jenis anggrek itu dikumpulkan David dari berbagai daerah Indonesia, sebagian dari Thailand dan Singapura. Dan lainnya dari hasil silangan.
Di kebun anggrek ini, David juga punya usaha lain selain wisata bunga anggrek. Di antaranya menjual bunga potong. Dia punya kebun produksi di tempat lain, masih di Bali, seluas 3 ha. Selain itu, ia juga membeli bunga anggrek dari petani sekitar.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


