Update : Senin, 26/07/2010
 
Sorotan

Harga Pupuk Naik, Petani Tetap Untung

”Pemerintah menjamin harga pupuk an-organik tidak naik hingga akhir Maret 2010. Namun memasuki bulan April ada kemungkinan harganya akan naik, karena anggaran subsidi pupuk kimia tahun ini lebih rendah dari tahun lalu,” kata Menteri Pertanian Suswono usai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Iman Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Bakal naiknya harga pupuk kimia tersebut karena dana subsidinya berkurang. Dana subsidi pupuk tahun lalu (2009) sebesar Rp 17,5 triliun, namun pada tahun 2010 anggaran subsidinya dipangkas menjadi Rp 11,3 triliun. Atas usulan Menteri Pertanian, pada awal Maret 2010, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui menambah anggaran subsidi pupuk sebesar Rp 4,2 triliun, sehingga total subsidinya menjadi Rp 15,5 triliun.

Meski anggaran subsidi sudah ditambah, kenaikan harga pupuk kimia tetap tidak bisa dihindari. Pasalnya, anggaran itu masih lebih rendah dibanding anggaran tahun lalu. Lebih dari itu, jumlah volume pupuk yang harus disubsidi tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu.

Prosentasi kenaikan harga pupuk urea paling tinggi 50 persen. Jenis pupuk lainnya antara 35-70 persen. ”Meski demikian, petani padi masih untung, karena harga gabah sudah naik 10 persen per Januari 2010,” tambah Suswono. Hitung-hitungannya, dengan harga gabah naik 10 persen, keuntungan petani padi bertambah Rp 1 juta/ha. Dengan kenaikan pupuk ini, biaya produksi petani akan bertambah sebesar Rp 200 ribu/ha, sehingga petani masih mendapatkan tambahan keuntungan Rp 800 ribu/ha pada tahun ini. ”Dengan syarat biaya produksi selain pupuk tidak naik,” tambah Suswono.

Alternatif, Merangsang Pertumbuhan

Meski petani masih untung, Kementerian Pertanian masih berupaya agar para petani bisa lebih besar untungnya. ”Pemerintah akan mendorong penggunaan pupuk berimbang sesuai dengan spesifik lokasi. Untuk itu Badan Litbang Pertanian sudah membuat peta tanah,” tambahnya. Dengan cara itu, maka akan terjadi penghematan penggunaan pupuk an-organik.

Upaya lainnya yang dilakukan Kementan adalah memasyarakatkan penggunaan pupuk organik. Menurut Dirut PT Petrokimia Gresik Arifin Tasrif jika penggunaan pupuk organik berhasil digalakkan kepada para petani maka akan menghemat penggunaan pupuk subsidi urea dan non urea sebanyak 20 persen. ”Ini berarti bisa menghemat 2,2 juta ton pupuk per tahun,” tambahnya dalam Seminar Nasional Peranan Pupuk NPK dan Organik dalam Meningkatkan Produksi dan Swasembada Beras Berkelanjutan di Bogor. (Baca juga: Petrokimia Waralabakan Pupuk Organik).

Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Gatot Irianto menambahkan karena lahan pertanian Indonesia sudah sakit maka penggunaan pupuk berimbang saja tidak cukup, melainkan perlu ada penggunaan pupuk organik untuk menyembuhkan tanah yang sakit atau menyuburkan kembali.

”Kami berharap ke depannya penggunaan pupuk organik tidak hanya sebagai suplemen sampingan untuk mempertahankan kesuburan tanah,” tambahnya. (Baca juga: Pemupukan Berimbang Saja Tidak Cukup).

Wayan Supadno, salah satu pegiat di bidang pertanian organik mengatakan selain itu tanah juga memerlukan pupuk organik hayati. Pupuk ini diperlukan untuk menyuplai 16 unsur hara makro dan mikro yang diperlukan tanaman. ”Selain itu pupuk organik hayati mampu meningkatkan kadar zat perangsang tumbuh,” katanya. (Baca juga: Mengapa Harus Memakai Pupuk Hayati).

Arsip