Departemen Pertanian Terus Dorong SMD
Pelaksanaan program Sarjana Masuk Desa (SMD) pertama kali tahun 2007 dinilai sukses mendorong dan memicu kegiatan pertisipasi masyarakat di bidang peternakan, dan sesuai kebijakan Departemen Pertanian program SMD yang terbukti sukses itu akan didorong terus pelaksanaannya.
Dirjen Peternakan Tjeppy D. Sudjana mengungkapkan hal itu pada jumpa pers dan pembukaan temu koordinasi kehumasan yang bertemakan “peran sarjana membangun desa dalam mendukung swasembada daging sapi tahun 2010”, di Padang, Sumatera Barat.
Sebagai bukti, kata Dirjen Peternakan itu, program rekruitmen SMD tahun 2008 ditingkatkan menjadi 200 orang dari sebelumnya 10 orang pada tahun 2007. Demikian pula kerjasama dengan perguruan tinggi menjadi 22 perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi yang punya Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan, serta kerjasama dengan 20 dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di sejumlah propinsi.
Bahkan jumlah binaan SMD yang berdomisili di Jawa dan Sumatera sudah mencapai 138 kelompok dan memperoleh paket pengembangbiakan sapi Brahman Cross, dan sapi lokal dengan nilai Rp 363 juta per paketnya. SMD yang berdomisili di luar Jawa dan Sumatera telah membina sebanyak 62 kelompok untuk pengembangbiakan penggemukan sapi lokal, dengan nilai Rp 363 juta per paketnya.
Dari hasil pantauan di lapangan Dirjen juga menilai program SMD tahun 2007/2008 dari aspek kelembagaan dan pengembangan usaha menunjukkan hasil sangat baik pengaruhnya terhadap kemajuan perkembangan kelompok di masing-masing lokasi. “Untuk itu berdasarkan potensi pengembangan di masing-masing wilayah dan sebaran Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan maka SMD 2009 diperluas cakupannya dan komoditinya”, kata Dirjenak.
Jika program 2007/2008 dikhususkan pada komplemen membangun suplai daging sapi sehingga hanya melibatkan sapi, maka tahun 2009 program SMD melibatkan ternak kambing, domba, unggas lokal, kelinci dan sapi perah.
Dirjen juga mengatakan SMD yang ditugaskan bisa menjadi agen pembangunan di bidang peternakan di mana dia melakukan monitoring kegiatan peternakan setiap harinya selama 24 jam di desa bersama peternaknya. Bahkan program SMD diharapkan menjadi salah satu terobosan yang bisa melestarikan ternak-ternak sapi produktif di pedesaan.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


