Anggaran dan Peran Kementerian Pertanian MODAL UNTUK GAPAI TARGET
Anggaran untuk pembangunan pertanian di Kementerian Pertanian sebesar 2,1 persen dari total APBN dinilai tidak memadai. Alternatifnya, pembangunan pertanian harus mampu menggerakkan peran sektor swasta. Sayang infrastrukturnya belum memadai.
Empat sukses pembangunan pertanian untuk lima tahun ke depan (2009-2014) yang sekaligus merupakan target pembangunan pertanian tidak dipersoalkan kalangan pebisnis, asosiasi petani, perguruan tinggi dan ekonom. Hanya mereka mengkritisi persoalan lemahnya data produksi yang ada saat ini dan alternatif pilihan kegiatan, anggaran dan peran Kementerian Pertanian yang saat ini dinilai masih belum memadai.
Menteri Pertanian Suswono mengakui tentang masih lemahnya data produksi dan lahan yang ada saat ini. ”Di antaranya data populasi ternak sapi dan lahan sawah. Oleh karena itu program kita adalah melakukan pendataan ulang,” kata Suswono dalam Seminar Sehari Arah dan Kebijakan Pembangunan Pertanian 2010-2014 dengan tema ”Membangun Pertanian, Menuju Kesejahteraan Petani” yang diselenggarakan Forum Wartawan Pertanian kerjasama dengan Kementerian Pertanian di Jakarta.
Mentan mengatakan empat sukses yang ditargetkan Kementerian Pertanian adalah 1) swasembada berkelanjutan, 2) diversifikasi pangan, 3) nilai tambah, daya saing dan ekspor, dan 4) peningkatan kesejahteraan petani. ”Ini bukan menunjukkan urutan, melainkan akan dicapai secara bersama-sama,” tuturnya.
Khusus untuk merealisasi target yang ketiga, Mentan mengatakan Kementerian Pertanian akan terus berusaha agar diberi tambahan peran untuk mengelola industri primer. ”Saat ini pengelolaan industri primer masih di Kementerian Perindustrian, kita masih berharap bisa dilimpahkan ke Kementerian Pertanian,” tambahnya.
Tentang empat sukses ini, kalangan perguruan tinggi pun berpendapat senada. Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor Prof. Hermanto Saragih setelah menganalisa kebijakan pembangunan pertanian negara lain yakni China, Jepang, Malaysia dan Thailand menyimpulkan ada empat pilihan kebijakan yang semestinya dilakukan pemerintah (baca juga Empat Kebijakan untuk Pertanian). Isinya kurang lebih sama dengan empat sukses yang ditargetkan Kementerian Pertanian.
Ekonom lain yang juga Kepala Litbang Perhimpunan Petani-Nelayan Sejahtera Indonesia Dr. Andi Irawan juga mengatakan empat sukses Kementan sudah baik, hanya anggarannya masih belum memadai. ”Alternatifnya tentu dari investasi swasta, namun infrastrukturnya perlu dibangun. Dan itu juga perlu anggaran,” katanya (baca juga Dari Mana Datangnya Investasi yang Besar).
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


