Di Sumbar Program SMD Banyak Diperebutkan
Di Sumatera Barat program Sarjana Masuk Desa (SMD) banyak diperebutkan oleh para sarjana peternakan dan dokter hewan, terbukti jumlah pelamar SMD tahun 2009 di wilayah ini mencapai 400 orang dan 91 orang dinyatakan lulus seleksi dan sudah diklarifikasi ke lapangan.
“Tahun sebelumnya jumlah pelamar di Sumatera Barat 60 orang dan 29 orang dinyatakan lulus, sehingga secara nyata program SMD semakin banyak peminatnya”, kata Kepala Dinas Peternakan Propinsi Sumatera Barat Eduardi.
Menurut dia, meledaknya animo program SMD di Sumbar ini lebih dikarenakan adanya bukti keberhasilan SMD tahun-tahun sebelumnya, dan informasinya tersebar melalui berita dan kabar yang tersebar sampai ke pelosok wilayah Sumbar.
“Seluruh informasi yang berkaitan SMD termasuk program rekruitmen, persyaratan dan lain-lain terdapat di Klinik Bisnis Peternakan yang kantornya mengambil tempat di Kantor Dinas Peternakan Propinsi Sumbar”, kata Kepala Disnak Eduardi.
Dikatakan Eduardi, SMD di wilayahnya dimulai tahun 2007 sebanyak 3 paket untuk 3 orang SMD dengan jumlah dana Rp 1.050 juta, tahun 2008 Sumbar dapat 29 paket dengan dana Rp 10 miliar dan tahun 2009 lulus seleksi 91 orang.
Ia menyebutkan peternakan menjadi komoditi unggulan Sumbar, tapi sebelum ada program SMD perkembangan peternakan di wilayah ini tiap tahunnya tidak signifikan di mana pemilikan ternak sapi hanya berkisar 1- 3 ekor dari tiap peternak dan tidak ada perubahan tiap tahunnya.
Berbeda dengan perkembangan peternakan unggas yang nampaknya makin menonjol dan skala usahanya dari para peternak lebih dari 10 ribu ekor ke atas, bahkan sangat tahan ditempa goncangan pakan yang tinggi, dan harga telur yang murah.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


