Dari PKN Balitkabi, Teknologi Siap Mendukung Swasembada Kedelai 2014
Upaya untuk mencapai swasembada kedelai 2014 bukanlah hal yang muluk-muluk. Hasil inovasi Badan Litbang Pertanian telah mengalami kemajuan yang pesat dan berpeluang sangat besar mendukung swasembada kedelai tersebut. Justru persoalan utama, swasembada tersebut bukan pada teknologi, tetapi pada harga yang belum menggairahkan petani untuk berlomba menanam kedelai.
Dua point penting (teknologi dan harga) itu menjadi hasil rumusan Seminar Nasional ”Kebijakan Pengembangan Kedelai dan Hasil Inovasi Teknologi Kedelai” dalam rangkaian kegiatan Pekan Kedelai Nasional I tahun 2010 di Balai Penelitian Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian (Balitkabi) Malang, Jawa Timur, Belum lama ini.
Prof. Dr. Ir. Subandi, Ketua Tim Perumus Seminar tersebut menjelaskan peluang peningkatan produksi kedelai di dalam negeri masih terbuka lebar, yang dapat ditempuh melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan areal tanam. Saat ini produktivitas nasional kedelai baru mencapai 1,3 ton/ha dengan kisaran 0,6-2,5 ton/ha di tingkat petani. Areal panen kedelai yang sekarang baru sekitar 700.000 ha mesti harus ditingkatkan.
Guna meningkatkan produktivitas pertanaman kedelai yang rata-rata nasional sekarang masih tergolong rendah (1,3 ton/ha), Institusi Penelitian dalam negeri telah berhasil menyediakan teknologi produksi maju dengan potensi hasil 2,0 - 3.5 ton/ha pada lahan yang kondisinya beragam.
Subandi menambahkan, untuk dapat meningkatkan produksi kedelai menuju swasembada tahun 2014, jelas dibutuhkan kerja keras dari berbagai pihak yang terkait, di antaranya pihak yang bertalian dengan penetapan kebijakan pemerintah pusat/daerah yang konduksif baik untuk kegiatan penelitian guna menghasilkan inovasi teknologi berikut penerapannya maupun untuk pengembangan areal pertanaman kedelai di lapangan.
Kesiapan Teknologi
Seminar yang dihadiri 250 peserta itu merumuskan juga soal kesiapan teknologi untuk mendukung pencapaian produktivitas 1,5 ton/ha sudah tersedia, meliputi varietas unggul, teknologi budidaya, pengendalian hama/penyakit, dan pascapanennya. Kegiatan menentukan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mendiseminasikan dan menerapkan teknologi di tingkat/lahan petani.
Perluasan areal tanam/panen dilakukan dengan mengusahakan kedelai pada lahan yang belum maupun yang telah digunakan untuk pertanian dengan memanfaatkan lahan bukaan baru/terlantar, lahan perkebunan, lahan perhutani, pengaturan pola tanam, serta peningkatan indeks pertanaman. Pemerintah perlu berupaya kemungkinan menetapkan wilayah (luar Jawa) yang prioritas penggunaannya untuk produksi kedelai, dengan luas garapan 5-8 ha/KK.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


