Update : Senin, 26/07/2010
 
Saprodi

Petani Jawa Alihkan Lahannya ke Penyakap

Karena kepemilikan lahan sawah yang sangat sempit, rata-rata 0,30 hektar, telah mendorong sebagian petani pemilik lahan di Pulau Jawa mengalihkan pengelolaan sawahnya kepada petani penyakap. 

”Prosentasi petani pemilik lahan yang menyakapkan lahannya sekitar 25%, di Klaten mencapai 50% dan di Boyolali 72%,” kata Prof. Sumarno peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan pada sebuah seminar di Bogor.

Data itu diperolehnya dari hasil penelitian tentang status penguasaan lahan dan pengelolaan usahatani padi sawah di sentra produksi yang dilakukan di enam kabupaten, yaitu Karawang dan Subang di Jawa Barat; Klaten dan Boyolali di Jawa Tengah; dan Ngawi dan Pasuruan di Jawa Timur, pada tahun 2009.

Diungkapkannya alasan utama petani menyakapkan lahan di Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah kecilnya pendapatan usahatani padi dari lahan sawah yang sempit. Petani di Karawang dan Subang penyakapan dilakukan dengan tujuan untuk mengikat penyakap agar ikut bekerja pada lahan yang dikelola pemilik sendiri.

”Sempitnya pemilikan lahan dan banyaknya rumah tangga petani yang tidak memiliki lahan (39% di Karawang dan 60% di Subang) akan meningkatkan prosentasi pemilik lahan yang menyakapkan lahan di masa mendatang,” prediksi Sumarno.

Kondisi itu mempengaruhi pada penggunaan dan alih teknologi di persawahan di Pulau Jawa. ”Penguasaan teknologi budidaya padi oleh petani maupun penyakap pada umumnya belum optimal, masih terbatas pada pengetahuan empiris dan pengalaman, belum didasari oleh pemahaman teknologi secara rasional,” tambahnya.

Kondisi demikian lanjutnya mengakibatkan petani sulit untuk diarahkan menuju penerapan teknologi presisi dan preskripsi, yang menjadi persyaratan sistem produksi yang efisien dan berdaya saing. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) yang menekankan pentingnya partisipasi aktif petani dalam memilih teknologi untuk lahan sawahnya belum dipahami oleh petani responden secara optimal. Oleh karena itu lanjutnya, alih teknologi melalui penyuluhan, yang selama ini lebih kepada petani kaya pemilik lahan dan kontak tani, perlu lebih memperhatikan targetnya kepada petani skala kecil yang aktif sebagai petani operator, petani penyakap, dan buruh pekerja pertanian.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip