Update : Selasa, 07/09/2010
 
Saprodi

Ir. Jhoni - Mempromosikan Kencing Kambing

Kencing kambing di Sumatera Barat laku untuk dijual. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumatera Barat Ir. Jhoni punya hobi mempromosikan manfaat kencing kambing itu setiap kali bertemu dengan para petani.

“Kencing kambing di Padang, Sumatera Barat sekarang laku Rp 750 – Rp 1.000/liter,” katanya kepada Sinar Tani di sela-sela acara kunjungannya untuk panen padi di Kota Pariaman Sumatera Barat.

Menurut Jhoni yang juga suka bertemu dengan para penyuluh pertanian ini, setiap 2,5 liter kencing kambing adalah setara dengan 2 kg urea, untuk pengganti nitrogen. “Selain mengandung nitrogen, kencing kambing juga mengandung unsur lain yang diperlukan tanah,” tambahnya.

Jadi lanjutnya petani tidak perlu lagi tergantung dengan pupuk urea. Saat ini, harga urea sudah naik menjadi Rp 80 ribu/50 kg. Berarti untuk satu kilogram urea harganya Rp 1.600. Kalau harga kencing kambing Rp 750/liter itu berarti hampir setara dengan harga satu kilogram pupuk urea.

Penggunaan bahan-bahan alami untuk usaha tani sawah menurut Jhoni merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah Sumbar dalam memperbaiki kualitas tanah. Pemda mengajak kepada para petani untuk bisa memproduksi sendiri pupuk organik. “Sehingga petani tidak tergantung penuh pada industri pupuk,” tutur Jhoni.

Dengan upaya perbaikan kualitas dan kesuburan lahan tersebut dan upaya lainnya, produksi padi juga jagung di Sumbar meningkat. “Produksi padi propinsi Sumatera Barat tahun 2009 naik 7 persen dibanding tahun sebelumnya,” ungkapnya. Tahun ini Pemda mentargetkan bisa meningkatkan produksi padi minimal 5 persen.

Sedangkan produksi jagung di Sumatera Barat naik tajam dari 157 ribu ton pada tahun 2005 menjadi 407 ribu ton pada tahun 2009. “Programnya adalah dengan melakukan gerakan masyarakat tanam jagung. Pasar jagungnya kita benahi, harganya Rp 2.300 sampai Rp. 2.500. Karena itu saat ini petani di Sumbar lebih suka tanam jagung dibanding kedelai karena lebih menguntungkan menanam jagung di banding kedelai,” tambahnya

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip