Waspadai Ledakan Wereng Punggung Putih
Wereng punggung putih atau Sogatella furcifera Horvarth sebelumnya memang bukan hama yang tergolong berbahaya bagi tanaman padi tetapi sekarang wereng ini merupakan hama yang patut untuk diperhitungkan.
Dalam seminar di Pusat Penelitian Tanaman Pangan Bogor Prof. Baehaki S.E. mengatakan wereng ini menyebar luas di wilayah Palaeartik (Jepang, Korea, Mongolia, Kep. Sakalin, Uni Soviet dan Kep. Kurile), wilayah oriental (Bangladesh, Burma, Kamboja, India, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Sabah, Sarawak, Taiwan, Muangthai, Vietnam, Srilanka, dan Filipina), wilayah Australia (Australia Mikronesia, New Hibrides, Kep. Solomon) dan wilayah Neotropika (Kep. Karibia dan Brazil). Di Indonesia wereng punggung putih merupakan serangga yang dikenal sejak tahun 1930.
Pada MH 1982/83, hama ini telah menyerang pertanaman padi berumur 2-3 minggu setelah tanam seluas 500 ha di Perum Sang Hyang Seri. Varietas yang diserang ialah Cisadane, Cipunagara, Krueng Aceh, dan galur GH 147.
Sebelum tahun 1995 wereng punggung putih bukan merupakan hama potensial menyerang tanaman padi, setelah tahun tersebut hama ini mulai memperlihatkan perkembangan yang pesat mengimbangi perkembangan wereng coklat. Pada awalnya wereng punggung putih banyak menyerang varietas padi yang didatangkan dari IRRI, namun pada saat ini banyak menyerang varietas padi yang dirakit di Indonesia selain varietas yang didatangkan dari luar negeri.
Wereng punggung putih pada awalnya merupakan serangga k-strategik yang mempunyai ciri perkembangbiakannya sangat lamban dan populasinya stabil rendah untuk mempertahankan makanan supaya tetap tersedia. Selanjutnya perkembangan populasi wereng punggung putih mulai mengarah kepada serangga yang r-strategik dengan ciri yang sama seperti pada wereng coklat.
Mulai tahun 2000 populasi wereng punggung putih mengikuti gerakan serangga r-strategik dan di jalur pantura mendominasi populasi wereng coklat dan pada tahun 2009 sudah mulai menimbulkan ledakan sampai mati terbakar (hopperburn) pada tanaman padi hibrida SL-8. Oleh karena itu perlu kewaspadaan terjadinya ledakan wereng punggung putih atau campuran wereng punggung putih dan wereng coklat.
Hal ini ditunjang dengan data spot hopperburn pada tahun 2009 yang dilaporkan dari Provinsi Yunan-China dengan tangkapan pada bulan Mei mencapai 92.000 ekor dan pada bulan April mencapai 65.368 ekor dan total tangkapan periode Maret sampai pertengahan Mei mencapai 100.000-200.000 ekor (Cheng, 2009). Daerah yang terserang adalah 56 tempat (400.000 ha) di Yunan Selatan yang berdekatan dengan Vietnam-Laos-Thailand dengan kepadatan 10-30 ekor per rumpun dan populasi tertinggi mencapai 525 ekor/rumpun.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


