LIGHT TRAP, PENGENDALI HAMA LAHAN BAWANG YANG MENGHIASI MALAM
Ulat bawang (Spodoptera exigua) adalah salah satu hama bawang yang paling sering mendatangkan kerugian bagi petani. Hanya dalam hitungan hari, tanaman bawang dapat dihancurkannya. Dalam selang waktu 2-3 hari, kelompok telur yang diletakkan oleh ngengat betina akan menetas menjadi ulat dan segera masuk ke dalam daun bawang untuk berkembang.
Karena berada di dalam daun bawang yang seperti pipa, maka hama ini menjadi sulit dikendalikan. Para petani bawang biasanya menggunakan insektisida secara intensif untuk mengendalikannya. Interval penggunaannya bisa mencapai 2 atau 3 hari sekali. Bahkan kadang yang digunakan adalah berbagai macam campuran insektisida yang sesungguhnya hanya akan memboroskan biaya, tidak selektif terhadap hama, merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan petani.
Teknologi Light Trap (perangkap cahaya) hadir sebagai salah satu jalan keluar yang efektif untuk menyelesaikan permasalahan hama Spodoptera exigua tersebut. Aplikasi Light Trap di lahan bawang telah dilakukan petani di Desa Bojongsari, Kecamatan Ciledug, Cirebon.
Menurut penuturan Wanda dan Anda petani bawang di desa tersebut, Light Trap sudah diaplikasikan oleh para petani bawang sebelum tahun 2000. Namun di Brebes sebagai sentra produksi bawang Indonesia, teknologi Light Trap baru populer sejak tahun 2006.
Light Trap terbukti manjur untuk mengatasi ulat bawang (Spodoptera exigua). Selain itu penggunaannya juga mudah. Light Trap versi Desa Bojongsari terbuat dari lampu hemat energi, wadah larutan deterjen, tampah sebagai alas wadah deterjen, kawat listrik dan bambu sebagai kerangka Light Trap.
Untuk luasan satu hektar diperlukan lebih kurang 20 buah Light Trap, yang diletakkan di tepi lahan bawang. Instalasi Light Trap di tengah lahan bawang perlu dilakukan dengan sangat hati-hati agar kabelnya tidak mencelakai orang yang bekerja di lahan, terutama saat penyiraman. Lahan yang basah dapat menyebabkan pekerja tersengat arus listrik bila ada kabel yang terkelupas.
Pemasangan Light Trap dilakukan sejak olah tanah selesai, menjelang tanam. Setelah bawang ditanam, Light Trap dinyalakan mulai maghrib hingga menjelang fajar. Cahaya dari Light Trap berfungsi untuk menarik serangga. Setelah serangga mendekat ke sumber cahaya yang cukup panas, serangga akan jatuh ke dalam wadah larutan deterjen dan mati. Keesokan harinya serangga yang telah mati dikeluarkan dari wadah deterjen. Larutan deterjen yang masih bagus bisa digunakan kembali. Pada umumnya larutan deterjen diganti setiap 3 hari sekali. Demikian dilakukan setiap harinya hingga tiba masa panen.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


