Update : Kamis, 11/03/2010
 
Proteksi

Australia Bebaskan Tindakan Karantina Fumigasi bagi Kontainer Indonesia

Berdasarkan kesepakatan, mulai bulan Juni 2009 ini Australia telah mencabut ketentuan persyaratan treatmen (tindakan karantina fumigasi) terhadap hama GAS (Giant African Snail/bekicot) bagi semua kontainer Indonesia yang masuk ke negara itu (Northem Territory), karena dinilai pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dinyatakan bebas hama bekicot.

Kepala Badan Karantina Pertanian Hari Priyono menjelaskan hal itu dalam jumpa pers usai secara resmi membuka seminar tentang ISPM 15 (International Standard for Phytosanitary Measures No. 15) yang diselenggarakan DPP Apjaskindo (Asosiasi Perusahaan Jasa Kemasan Kayu Indonesia), di Jakarta.

Sebelumnya, kata dia, Australia menetapkan semua kontainer yang masuk ke negaranya harus difumigasi karena dikhawatirkan adanya ancaman hama GAS tersebut, sehingga kontainer-kontainer tersebut harus difumigasi, sehingga akibatnya menambah beban biaya para pengusaha eksportir Indonesia.

Dari semua pelabuhan di Indonesia sekarang ditetapkan bebas treatment bekicot kecuali pelabuhan di Papua yang ditetapkan terkena tindakan fumigasi. “Ke depan dengan pencabutan ketentuan wajib fumigasi tersebut, diharapkan dapat mendukung akselerasi ekspor produk Indonesia ke pasar negara itu”, katanya.

Menurut Kapala Barantan di samping beban biaya ekspor yang ditanggung eksportir Indonesia lebih ringan, karena terbebas dari biaya fumigasi yang besarnya sekitar Rp 10 juta per kontainer, di sisi lain dapat meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia ke negara itu.

Ia menilai disepakatinya pencabutan wajib tindakan karantina bagi kontainer Indonesia tersebut merupakan langkah maju dalam negosiasi perdagangan antara Australia – Indonesia dalam periode beberapa tahun belakangan ini.

Bebas Kumbang Kapra
Hari Priyono yang didampingi Ketua Abjaskindo BudijaniSanjata juga mengatakan Indonesia sekarang ini dinyatakan bebas dari hama Kumbang Kapra yakni sejenis hama gudang yang selama ini terbawa media beras.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip