Update : Senin, 01/03/2010
 

Proteksi

Senin, 15/02/2010
PESTISIDA RAMAH LINGKUNGAN

Oleh : Asbudi Salam, SP.
Pestisida alami adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Jenis pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak, karena residunya mudah hilang. 

Senin, 01/02/2010
Awas Hati-hati ada Penyakit Bulai pada Tanaman Jagung Manis dan Hibrida

Pertanaman jagung yang tumbuh subur di areal lebih 100 ha yang menyebar di desa Sungai Bakar Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut Kalsel, sejak beberapa minggu ini nampak terserang penyakit bulai. Petani Wagino sebagai ketua Gapoktan Sinar Tani mengeluhkan serangan penyakit bulai yang menyerang tanamannya dan anggota.

Senin, 25/01/2010
Gembalakan Itik ke Sawah untuk Pengendalian Keong Mas

Hama keong mas adalah salah satu hama yang mengakibatkan tingginya risiko gagal panen pada tanaman padi. Hama ini, sebagian orang menyebutnya dengan keong murbei, memakan batang dan daun padi berumur 15 hari. Serangan hama ini cukup membuat pusing para petani akibat populasinya dalam areal pertanaman yang sedemikian cepat perkembangbiakannya. 

Senin, 18/01/2010
Mojo (Aegle Marmelos) Sebagai Bahan Baku Pestisida Nabati

Mojo atau dalam bahasa daerah Pontianak disebut Bilah atau Buah Gayung, adalah sejenis tumbuhan subtropis yang mudah tumbuh dan berkembang di hampir seluruh wilayah di Indonesia. 

Selasa, 12/01/2010
Waspadai Ledakan Wereng Punggung Putih

Wereng punggung putih atau Sogatella furcifera Horvarth sebelumnya memang bukan hama yang tergolong berbahaya bagi tanaman padi tetapi sekarang wereng ini merupakan hama yang patut untuk diperhitungkan.

Senin, 04/01/2010
Karantina Pertanian Antisipasi Membanjirnya Produk Pertanian China

Untuk mengantisipasi penerapan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Asean dengan China pada awal 2010, Departemen Pertanian berupaya meningkatkan peran karantina pertanian. 

Senin, 04/01/2010
Musnahkan Impor Bibit Berpenyakit dan Ilegal

Badan Karantina Pertanian, Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno-Hatta memusnahkan bibit Cabe dan bibit Strawbery yang diimpor dari Belanda, serta bibit impor lainnya dari China.