Update : Senin, 26/07/2010
 
Profil

Pengasuh Klinik Pertanian Berupaya Mengatasi Keluhan Petani

Ir. Hanafi MSi
Sebagai karyawan PT. Syngenta Indonesia, dirinya sudah cukup lama mengabdi pada perusahaan yang bergerak dalam bidang penyediaan sarana produksi pertanian perlindungan tanaman. Pengabdian Ir. Hanafi terhadap perusahaan tersebut dimulai ketika dipercaya untuk mengelola kegiatan membina para petani di Sumatera Selatan. Pada saat itu menjadi karyawan PT. Zeneca dan kini menjadi PT. Syngenta Indonesia setelah merger dengan PT. Novartis.

Oleh karena itu kini sudah tidak canggung lagi berhadapan dengan petani untuk memberikan bimbingan, penyuluhan, berdiskusi tentang kesulitan petani melalui Klinik Pertanian. Sarjana pertanian kelahiran dari Kalimantan Barat tersebut bertekad bulat ingin memajukan daerahnya agar tidak tertinggal, sehingga sejak pertengahan tahun 2009 mengundurkan diri dari PT. Syngenta Indonesia.

Dorongan untuk membangun pertanian di Kalbar diimplementasikan dalam bentuk klinik pertanian di mana dirinya menjabat sebagai Direktur PT. Elsip Kalimantan Agro. Dalam kegiatan sehari-hari klinik pertanian tersebut merupakan lembaga mediasi dan sosialisasi pembangunan pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. ”Dengan adanya klinik pertanian para petani datang untuk menyampaikan berbagai masalah untuk meningkatkan produksi pertanian”, kata Ir. Hanafi di sela-sela kesibukannya mengatur kegiatan klinik pertanian.

Merasa Minder
Menurut Hanafi, kadang-kadang petani dengan pakaian sederhana dan bersandal jepit merasa minder datang ke Dinas Pertanian untuk menyampaikan berbagai masalah sehari-hari dalam usaha tani, sehingga mereka lebih senang datang ke klinik pertanian. Sedangkan yang datang ke BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) biasanya kontak tani untuk memperoleh bimbingan dari penyuluh pertanian.

Tidak hanya petani yang datang ke klinik pertanian untuk belajar masalah pertanian, tetapi mereka adalah karyawan HPH yang terkena PHK. Ada juga Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri, kemudian kembali ke tanah air, dan dari hasil tabungan bekerja mereka membuka usaha pertanian. Mereka tidak terampil bekerja di sektor pertanian, sehingga sekembalinya ke tanah air dididik untuk bergerak dalam usaha pertanian.

Klinik Pertanian yang mulai berdiri sejak 1 Juli 2009 terletak di Jl. Gusti Situt Mahmud No.11 Siantar, Kab. Pontianak. Pada waktu mendatang akan dibuka lagi di Kab. Sanggau, Kab. Sintang dan Kab. Ngabong. Di samping memperoleh konsultasi petani yang datang ke klinik juga dapat membeli berbagai macam kebutuhan sarana produksi pertanian, di antaranya herbisida dan pestisida dengan berbagai macam merek, pupuk urea, NPK, bibit tanaman, mulsa plastik. Di samping itu bertindak sebagai distributor EM-4 untuk Kalbar sebagai bahan pembenah menjadi subur.

Permata Kalbar
Bapak dari 3 orang anak dan di antaranya sudah ada yang menyandang sarjana ekonomi, juga aktif sebagai Ketua Perhimpunan Masyarakat Pertanian (PERMATA) Kalbar atau Kalimantan Agri Society Club (KARIS CLUB). Permata adalah organisasi kemasyarakatan yang independent, berorientasi pada kegiatan-kegiatan pemberdayaan keluarga, pendidikan, sosial dan budaya.

Permata yang berazaskan Pancasila dan UUD 45 bertujuan untuk membangun ikatan solidaritas kekeluargaan dan kebangsaan. Meningkatkan mutu keluarga anggota, termasuk memberikan bimbingan dan pemberdayaan kepada keluarga petani sebagai bagian dari keluarga Masyarakat Madani Indonesia. Organisasi ini bercirikan ikatan profesi pertanian bercorak sukarela, terbuka, independent, mandiri dan berdaulat.

Arsip