Mahalnya Lahan untuk Rumah Penyuluh
Sri Budi Prihasto
Ada tiga kecamatan di Kabupaten Serang yang belum memiliki kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) atau rumahnya para penyuluh. Kendalanya lahan di daerah itu sudah mahal untuk ukuran Pemda Serang.
Jumlah kecamatan di Kabupaten Serang ada 28 kecamatan. Ada 25 kecamatan yang sudah memiliki kantor BPP pada tahun 2010. “Jadi sisanya tinggal ada 3 kecamatan yang belum memiliki kantor BPP. Kendalanya di kecamatan itu harga tanah untuk membangun BPP sudah mahal, sehingga Pemda mengalami kendala untuk pengadaan lahannya,” kata Kepala Kantor Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Serang, Banten, Ir. Sri Budi Prihasto, MM kepada Sinar Tani di kantornya.
Sri Budi yang memiliki latar belakang pendidikan dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (1980), pada tahun 1988 sudah menjadi Kepala Seksi Penyuluhan. Menurutnya Kabupaten Serang dengan sekitar 60 persen penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian punya potensi besar untuk pengembangan pertanian. Potensi lahannya pun ada.
Sayangnya, jumlah penyuluh pertanian (PPL) masih jauh dari ideal. Jumlah desa di Kabupaten ini ada 314 desa, jumlah PPL PNS ada 68 orang dan Penyuluh (Harian Lepas) THL sebanyak 103 orang, sehingga totalnya ada 171 orang. ”Jadi jumlah penyuluh memang masih sangat kurang. Idealnya satu desa punya satu PPL,” tambahnya.
Dia bersyukur kekurangan itu masih bisa disiasati. Di antaranya dengan adanya Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) mampu memberikan daya dorong pada kegiatan penyuluhan. ”Juga dengan adanya kantor BPP di tiap kecamatan, kegiatan penyuluhan terlihat baik pelatihan maupun percontohannya,” ungkapnya. Pemda Serang memfasilitasi kegiatan ini antara lain dengan menyediakan lahan dan dana untuk pendampingannya.
Ada 40 desa di Kabupaten Serang yang mendapatkan bantuan program P3TIP. Dari 40 desa itu, 6 kelompoknya terkatagori A (Mandiri), 24 terkatagori B (Baik) dan 10 lainnya memiliki katagori C (Cukup).
Pelaksanaan penilaian kelompok P3TIP itu menurut Budi melibatkan konsultan. Para konsultan juga dilibatkan dalam membangun kelompok tani P3TIP. Sedangkan BPPKP Kabupaten Serang antara lain memfasilitasi kegiatan dan melaksanakan P3TIP, mengembangkan teknologi dengan bantuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), menghubungkan pasarnya dan memberikan teknologi pengolahannya, serta menumbuhkembangkan kelembagaan taninya.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


