Sleman Mengandalkan Salak Pondoh
Salak pondoh (Salacca zalacca 'Pondoh') merupakan salah satu komoditas pertanian di kabupaten Sleman yang menjadi primadona dan andalan Kabupaten Sleman. Tanaman yang mulai dibudidayakan pada tahun 1980-an, pada saat ini telah mendominasi usaha pertanian masyarakat terutama di Kec. Tempel, Turi, Pakem dan Ngaglik.
Salak pondoh merupakan salah satu jenis buah yang banyak disukai konsumen. Karena itu dewasa ini banyak orang telah membudidayakan salak pondoh, sehingga salak pondoh tidak hanya ada di Sleman Yogyakarta, tetapi telah dikembangkan secara luas, terutama di Jawa. Pada saat panen raya buah salak pondoh melimpah di pasaran, sehingga mengakibatkan jatuhnya harga jual.
LUAS PANEN DAN PRODUKSI
Populasi tanaman salak pondoh menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Data BPS kabupaten Sleman menunjukkan, pada tahun 1999 populasi tanaman ini baru 2.378.305 rumpun kemudian meningkat menjadi 3.191.896 rumpun di tahun 2003. Selain salak pondoh, juga terdapat jenis/spesies salak lainnya di antaranya adalah salak gading, salak biasa meskipun populasinya relatif kecil dibanding salak pondoh seperti ditunjukkan pada (gambar 1-3) dan (Tabel 1).
PASOKAN DAN HARGA JUAL BUAH SALAK PONDOH
Pada saat panen raya (sekitar pertengahan November-Januari) pedagang pengumpul di kabupaten Sleman rata-rata membeli 10 ton salak pondoh per hari. Sedangkan pada musim selingan (sekitar bulan Pebruari-April dan Agustus-Oktober) 4,5 ton/hari dan pada musim walikan/panen paceklik (April - Juli) hanya sekitar 1,5 ton/hari.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


