Update : Senin, 26/07/2010
 
Potensi

Prop. Sumsel Akan Membangun Sub Terminal Agribisnis

Penanganan pasca panen, panen dan pemasaran hasil pertanian di Propinsi Sumatera Selatan menghadapi berbagai kendala. Di antaranya kurangnya SDM (Sumber Daya Manusia) di bidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, serta belum optimalnya penerapan teknologi pertanian dan pengembangan kelompok pengolahan hasil.

”Di samping itu lemahnya posisi tawar dan kurangnya akses pasar petani, padahal sasaran program pembangunan pertanian 2013 adalah pembangunan Sub Terminal Agribisnis (STA) sebanyak 30 unit”, kata Ir. Hj. Nelly Rasdiana, Msi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura kepada Sinar Tani di ruang kerjanya baru-baru ini.

Penerapan Teknologi
Menurut Nelly Rasdiana untuk penanganan pasca panen dan pengembangan pasar hasil pertanian diperlukan berbagai upaya, yakni meningkatkan kemampuan SDM di bidang P2HP. Penerapan teknologi pasca panen dan teknologi pemasaran hasil serta pengembangan unit pengolahan hasil. Peningkatan kualitas dan memperkuat kelembagaan pemasaran usaha tani. Kemitraan pemasaran hasil dalam rangka meningkatkan pangsa pasar baik domestic maupun internasional.

Permasalahan lainnya yang dihadapi dalam infrastruktur dan akses permodalan di antaranya alih fungsi lahan, rendahnya PH dan keracunan pirit pada lahan pasang surut. Pada lahan irigasi dan tadah hujan potensi air yang cukup belum didukung tersedianya jaringan dan cetakan sawah, masih rendahnya biaya OP, ketersediaan air pada penanaman kedua. Di samping itu rendahnya aksesibilitas dan penerapan pemupukan berimbang. Belum optimalnya pengendalian OPT, dampak fenomena iklim, dan jumlah alsin yang tersedia kurang. Belum seluruh kelompoktani bergabung dalam Gapoktan dan Lembaga Pembiayaan Petani. Kurangnya jumlah penyuluh dan BPP serta belum optimalnya fasilitas tenaga penyuluh.

Pembukaan Lahan Baru
“Oleh karena itu dalam Rencana Strategik Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura tahun 2009-2013 diupayakan pembukaan lahan baru/cetak sawah, pembangunan dan rehabilitasi jaring tertier, serta pengembangan tata air mikro”, kata Ir. Nelly Rasdiana lebih lanjut.

Upaya lain yang perlu dilaksanakan dalam tahun 2009-2013 adalah pembuatan/ rehabilitas Jalan Usaha Tani (JUT), pembangunan dan rehabilitas saluran primer dan sekunder, penerapan pola tanam. Di samping itu perlu diupayakan sertifikasi lahan dan pengembangan kemitraan.

Sedangkan untuk peningkatan produksi dan produktivitas serta kelembagaan dan penyuluh pertanian perlu diupayakan pengembangan perbenihan dan sertifikasi. Pengawasan pupuk dan pupuk organik, serta gerakan pengendalian OPT. Antisipasi penanganan dampak fenomena iklim, penyediaan Alsin dan UPJA, peningkatan kapasitas kelompok, pengembangan Lembaga Pembiayaan Petani. Pembangunan dan Pemberdayaan BPP, serta penambahan dan fasilitas penyuluh pertanian.

Arsip