Update : Kamis, 11/03/2010
 
Peluang Usaha

Untung Petani Padi Organik di Gunung Simping

Pada seminar yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Dinas Lingkungan Hidup Ciamis dengan menghadirkan narasumber dari PT. Existaraya Restu Bumimas, Depok-Jawa Barat, dihadiri 90% pejabat dan staf dari dinas-dinas kabupaten Ciamis, yang membahas penerapan bertani organik tanpa perlu aplikasi kimia dan pestisida dengan biaya murah diperoleh hasil berlipat. Teknologinya dengan sampah organik rumah tangga sebagai kompos berformula nutrisi-nutrisi yang dapat dikelola oleh setiap rumah tangga.

Melalui seminar ini diharapkan diperoleh solusi di bidang pangan dan lingkungan hidup, menumbuhkan kesadaran setiap keluarga menjadi pengelola organik rumah tangga yang berazaskan lingkungan bersih, sehat dan bermanfaat.

Seorang petani padi di Gunung Simping, Cilacap- Jawa Tengah, Harun, melalui metode organik binaan Exista panennya yang semula 5,6 ton/ha menjadi 8,5 ton/ha, dan panen kedua meningkat menjadi 11,6 ton/ha. Harun yakin jika hal seperti ini dirasakan oleh petani lain pasti keluarganya akan turut sejahtera. ”ONH untuk tahun depan sudah kami siapkan dari hasil panen yang meningkat”, katanya. Peningkatan hasil panen ini sekaligus mematahkan opini yang ada bahwa bertani organik lambat, biayanya mahal dan sulit diterapkan. Harun merupakan bukti bahwa bertani organik sangat menguntungkan, hasilnya bisa cepat dirasakan, dan mudah diterapkan.

Selama ini bertani organik di sebagian wilayah masih sebagai wacana saja. Permasalahan demikian tidak akan terpecahkan bila kita masih memberi toleransi terhadap pemakaian unsur kimia dan faktor pemusnah hama/penyakit yang tidak pernah ramah lingkungan. Hal tersebut sudah terlalu lama diterapkan di bidang pangan atau pertanian. Padahal di negeri asalnya sendiri ilmu dan teknologi tersebut telah lama ditinggalkan.
 

Arsip