Susah Dapat KUPS, Peternak Sapi Perah Bikin Hotel
Susah juga mendapatkan modal melalui Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS). “Semula kami mengajukan kredit untuk pembibitan sapi perah 2000 ekor, tetapi Bank Rakyat Indonesia (BRI) minta supaya kami menghitung kembali hanya untuk 200 ekor,” kata Vina Rosdiona dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Goalpara di Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi kepada Sinar Tani.
Menurut hitung-hitungannya, impor sapi bibit perah minimal bisa dilakukan untuk satu penerbangan yakni sebanyak 250 ekor. “Namun setelah proposal kami buat, sampai sekarang belum ada persetujuan kredit,” tambah Vina yang mengajukan KUPS ke BRI Jawa Barat. Dan yang menganalisa kreditnya adalah BRI Sukabumi.
Pihak BRI tetap mensyaratkan ada jaminan, padahal menurutnya dalam pedoman umum yang menjadi jaminan adalah sapinya. Selain itu, BRI menginginkan bila tidak memakai agunan, maka bank hanya bisa memberikan kredit sebanyak 30 persen dari nilai total kredit yang diajukan, sisanya 70 persen adalah modal pelaku usaha.
“Untuk mengatasi masalah agunan ini, kami usulkan agar Kementerian Pertanian mengadakan asuransi sebagai penjaminan dan preminya dibayar yang mengajukan kredit,” tambah Vina.
Ganjalan lain pelaksanaan KUPS ini adalah pagu indikatif nilai induk sapi yang diimpor hanya cukup untuk bibit sapi potong, namun tidak cukup bila untuk pembibitan sapi perah. “Pagu kreditnya hanya Rp 13 juta/ekor induk, sementara harga induk sapi perah Rp 25 juta/ekor belum termasuk pakannya,” tambah Priatmana Ketua Gapoktan Goalpara.
Hotel Sapi
Sambil menunggu proses KUPS bisa dicairkan Gapoktan ini terus menerus merintis bisnis hotel untuk sapi. Hotel sapi ini untuk mereka yang mau menerjuni bisnis sapi perah tetapi belum punya modal dan keterampilan. “Kalau mereka sudah bisa dan tahu menghitungnya, silahkan bila ingin mandiri,” tambah Priatmana.
Pemda Kabupaten Sukabumi tahun lalu membuat 5 hotel sapi perah. Masing-masing hotel bisa menampung 100 ekor sapi. “Tarif menginap per hari/ ekor sapi adalah Rp 1.000,” kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi Asep Sugiana kepada Sinar Tani.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


