Update : Selasa, 07/09/2010
 
Peluang Usaha

BETERNAK KELINCI HIAS, HOBI DAN BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN

Yanti Dwimayanti, warga Kelurahan Cipinang Melayu Jatiwaringin Jakarta Timur ini, awalnya tidak pernah berniat menjadikan kelinci sebagai komoditas bisnis. Sebelumnya dia lebih tertarik memelihara kelinci sebagai hobi .

“Awalnya saya membeli kelinci untuk anak saya. Kebetulan kita sekeluarga senang dan merawat kelinci. Tak disangka kelinci yang kita pelihara menghasilkan anak. Saudara-saudara dan teman-teman saya banyak yang tertarik dan kemudian membeli beberapa kelinci yang kita punya. Sejak saat itu, banyak orang tahu dan berminat datang ke saya untuk membeli kelinci. Dari situlah saya berpikir untuk membuka usaha menjual kelinci hias”, ujar wanita kelahiran Jakarta, 26 Maret 1966 ini.

Menurut pengalaman Yanti, usaha ternak kelinci hias akan balik modal dalam waktu 6 bulan sampai satu tahun. Skala peternakannya minimal 100 ekor kelinci betina dan 10 ekor kelinci jantan.

Sejak tahun 2005, Yanti memulai bisnisnya dengan menggunakan nama dagang Riponti Rabbit. Dia memulai usahanya dengan modal yang tidak terlalu besar, hanya Rp. 500.000. Modal tersebut digunakannya untuk membeli sepasang kelinci hias, kandang, dan pakan. Dia mendapatkan kelinci-kelinci tersebut dari daerah Lembang, Bandung.

Saat Sinar Tani berkunjung ke kediaman sekaligus peternakannya beberapa hari yang lalu, Yanti telah memiliki seratus ekor lebih kelinci hias. Kelinci-kelinci tersebut dipisahkan menurut jenisnya di dalam kandang-kandang kayu berjeruji kawat. Kandang-kandang kelinci itu disusun bertingkat-tingkat di halaman belakang rumah seluas 75 m2. Kelinci hias yang dipeliharanya beraneka jenis. “Jenis kelinci hias yang saya kembangbiakkan di antaranya. Angora, Himalayan, Lop, Rex, Netherland Dwarf, Flemish Giant, dan Rhinelander”, ujarnya.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)
 

Arsip