Update : Senin, 26/07/2010
 
Pasca Panen

BOLU KEMOJO, Si Legit Rasa Buah Asli Riau

Di tengah stand-stand yang menyediakan beraneka ragam jajanan kuliner khas Betawi pada event tahunan Festival Kemang 2009, terdapat satu jajanan kuliner khas Melayu yang resepnya datang langsung dari Kota Pekanbaru Riau. Jajanan ini terkenal dengan sebutan “bolu kemojo”. 

Tresna Hamdi pemilik Stand Bolu Kemojo “Ibu Asías” pembuat dan penjual jajanan khas Melayu ini mengatakan, Bolu Kemojo tidak seperti bolu kebanyakan yang sering dijumpai di toko-toko kue. Bolu kemojo memiliki ciri khas teksturnya yang sengaja dibiarkan tidak mengembang sehingga menjadi padat dan terasa sangat legit saat dimakan. Tampilan luarnya juga lebih menarik dengan bentuk bunga berkelopak delapan. “Bolu kemojo ini sering disajikan orang melayu pada momen-momen tertentu seperti pesta pernikahan, buka puasa atau perayaan hari-hari besar keagamaan”, ujar Tresna saat ditemui Sinar Tani di standnya yang terletak tepat di pertengahan sepanjang jalan Kemang Jakarta Selatan itu.

Resep bolu Kemojo ini diperoleh Tresna dari istrinya, Hazizah yang merupakan warga melayu kelahiran Riau. Dari resep aslinya, bolu kemojo awalnya hanya rasa pandan, tapi karena banyaknya permintaan penambahan pilihan rasa dari konsumennya, pasangan suami istri ini mengolahnya menjadi 9 varian rasa buah-buahan pilihan, di antaranya nenas, stroberi, nangka dan pisang. Walaupun demikian, lanjut Tresna, rasa pandan sebagai rasa ‘original’-nya tetap menjadi pilihan favorit bagi kebanyakan konsumennya. “Kita menyediakan stok bolu kemojo rasa pandan 4 kali lebih banyak dari rasa lainnya, dan rasa pandan ini yang lebih cepat laku dibandingkan yang lain”, katanya.

Rasa Buah Asli
Untuk menjaga kualitas dan kepuasan konsumennya, bolu kemojo diolah tidak menggunakan bahan pengawet dan essense rasa sintetis. Buah-buahan dan daun pandan yang diolah sebagai bahan pembuat rasa dan warna benar-benar alami. Hal ini membuat bolu kemojo yang mereka sajikan hanya bisa bertahan dalam waktu 3 hari setelah dimasak. Jika lebih dari 3 hari, kata Tresna, bolu ini nantinya akan mengeluarkan lendir. Oleh karena itu, bolu-bolu tersebut selalu dalam keadaan segar saat dipajang di etalase. Satu loyang bolu kemojo dihargai Tresna, Rp. 12.000 per loyang.

Saat ditanya soal rasa, ibu Nindya, salah satu konsumen bolu Kemojo mengatakan bolu ini terasa sangat lembut dan legit. Rasanya tidak terlalu manis dan terasa pas. Selain itu, tambahnya, makan bolu ini dapat mengenyangkan karena teksturnya yang sangat padat.

Cara Membuat Bolu Kemojo
Tresna mengatakan, untuk membuat satu loyang bolu kemojo bukanlah hal yang sulit. Bahan-bahan dasar yang digunakan banyak dijual di pasaran, seperti tepung terigu atau tepung substitusi, gula, telur, santan, margarin dan daun pandan serta sari buah-buahan alami sebagai penambah rasa. Bahan-bahan disiapkan dengan takaran tertentu.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengolesi permukaan cetakan bolu menggunakan margarin. Setelah itu, telur dan gula diaduk, masukan santan, tepung, dan margarin cair, dan sari buah alami diaduk sampai rata. Panaskan cetakan. Tuangkan adonan kedalam cetakan dan dioven selama 45 menit pada suhu 175 derajat Celcius, dengan panas yang merata di atas dan bawah cetakan.

Arsip