Pesemaian Metode Dapog pada Tanaman Padi
Inovasi teknologi Pesemaian Dapog pada tanaman padi pernah diperkenalkan oleh Lembaga Penelitian Padi Internasional/IRRI di Pilipina sejak dekade 1960-an, dan selanjutnya diterbitkan dalam bentuk brosur dengan judul Raising Seedlings by The Dapog Method (1988).
Secara teknis, penggunaan pesemaian metode ini diawali dengan menyemai benih yang telah dikecambahkan ke atas bedengan yang ditinggikan, dibatasi dengan bilahan bambu dan diberi alas dari plastik atau daun pisang. Benih yang disebar tidak bersentuhan langsung dengan tanah, melainkan dihampar di atas plastik atau daun pisang. Selanjutnya pesemaian disiram dengan gembor dan diawasi jangan sampai kering. Bibit dari pesemaian seperti ini siap dipindahkan ke pertanaman setelah berumur 9 sampai 12 hari setelah hambur.
Keuntungan dengan pesemaian dapog, petani dapat menghemat tenaga kerja, waktunya yang singkat, benih mudah diangkut karena langsung digulung bersama alasnya, dan juga sesuai dengan cara tanam mekanis, misalnya dengan mesin penanam (transplanter). Lokasi pesemaian juga dapat ditempatkan dekat rumah atau dekat sumber air. Tetapkan tempatnya, beri tanda, lebar 1 meter, panjang sesuai kebutuhan, 10 sampai 20 meter.
Hamparkan plastik atau daun pisang di atas tanah, dan beri pembatas dari bilah bambu atau pelepah pisang. Sebar benih yang telah dikecambahkan sebanyak 1 kg untuk luasan 1,5 m2. Diperlukan 40 sampai 50 kg benih yang telah berkecambah pada areal pesemaian 60 - 75 m2, untuk areal sawah 1 hektar. Airi segera setelah benih dihambur, awasi dan basahi setiap saat jika diperlukan. Lindungi dari hujan deras, terutama sampai umur 5 hari setelah semai. Benih siap dipindahkan ke pertanaman pada umur 9 sampai 12 hari setelah semai, dengan menggulung alas bersama bibit padi dan diangkut ke sawah yang akan ditanami, memang sangat praktis.
Pesemaian Dapog yang Dimodifikasi
Anjuran penggunan pesemaian dapog lama tidak terdengar, namun secara teknis akhir-akhir ini inovasi-inovasi tersebut kembali ditawarkan kepada petani padi dalam bentuk Pesemaian Dapog Model Baru, yang telah dimodifikasi dan diintroduksi dengan tujuan:
1. Mengurangi luasan pesernaian menjadi hanya 100 m2 untuk areal pertanaman 1 hektar;
2. Menyemai benih di atas tanah halus yang telah dicampur kompos, pupuk kandang, pupuk pabrik dan sekam setebal 4 cm, yang dihampar di atas lembaran plastik atau daun pisang;
3. Bibit muda yang kuat, subur, tinggi 18 sampai 20 cm, berdaun 4, diperoleh pada 15 hari setelah hambur;
4. Bibit dengan mudah diangkut ke areal pertanaman bersama alasnya; dan
5. Bibit mudah dipisah-pisahkan untuk ditanam, dan kerusakan akarnya sangat sedikit.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)
Arsip
- Tiup Peluit Kuning untuk Menghilangkan Kelaparan 1 Miliar Penduduk Dunia
- ROAD MAP SWASEMBADA JAGUNG
- PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN USAHA PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA)
- Selamatkan Kedelai Lokal dengan Kenaikan BM dan HPP
- Serangan OPT di 1.800 Ha Produksi Padi Tidak Ganggu Produksi Nasional
- Arsip Lainnya...


