Update : Senin, 26/07/2010
 
Pangan

Penyuluh Dimobilisasi untuk Percepat Diversifikasi Pangan

Para penyuluh pertanian akan dilatih dan dimobilisasi untuk mewujudkan percepatan diversifikasi pangan.

“Para penyuluh pertanian kita latih agar bisa menyuluhkan diversifikasi pangan kepada keluarga tani, termasuk menguasai menu-menu diversifikasi pangan dan teknik budidaya pangan non beras, pada tahun ini,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian Ato Suprapto usai menutup Rapat Kerja Nasional Badan Pengembangan SDM Pertanian di Bogor.

Hadir dalam rakernas ini perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan SDM Pertanian, Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi dan Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten dan Kota.

Rakernas menyepakati fokus-fokus kegiatan untuk menunjang pencapaian 4 sukses pembangunan pertanian Kementerian Pertanian periode 2009-2014. Empat sukses itu yakni pertama, pencapaian swasembada beras berkelanjutan, swasembada kedelai, jagung, gula industri dan daging sapi. Kedua, percepatan diversifikasi pangan. Ketiga, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor. Keempat, peningkatan kesejahteraan petani.

Target gerakan penyuluhan untuk percepatan diversifikasi pangan adalah menurunnya konsumsi beras 1,5 persen per tahun dan meningkatnya skor Pola Pangan Harapan (PPH) dari 86,4 pada tahun 2010 menjadi 93,3 pada tahun 2014. “Untuk ini para penyuluh kami terjunkan bersama-sama PKK dan organisasi kemasyarakatan di desa-desa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat ada pangan non beras yang bisa dikonsumsi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, sekaligus memacu peningkatan produksi pangan non beras,” tambah Ato Suprapto.

Sedangkan untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing dan ekspor para penyuluh diberikan pembekalan untuk memahami prinsip-prinsip beragribisnis. Para petani yang masih subsisten tradisional yakni bertani untuk memenuhi kebutuhan sendiri, didorong untuk menjadi petani modern dan berwawasan agribisnis, yakni bertani untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Adapun untuk mendukung upaya Kementerian Pertanian meningkatkan pendapatan petani dilakukan sejumlah program terobosan, antara lain Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), pengembangan Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) Agribisnis, dan Penyuluhan yang Dikelola Petani melalui Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP).

“Selain mendukung 4 sukses tersebut, Badan Pengembangan SDM Pertanian juga ditugasi untuk mewujudkan reformasi birokrasi dengan sasaran menyiapkan pejabat-pejabat yang visioner dan memahami agribisnis melalui diklat,” tambah Ato Suprapto.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip