Update : Senin, 26/07/2010
 
Pangan

Banten Tanam Jagung untuk Industri Pakan Nasional

Provinsi Banten mengadakan Gerakan Tanam Perdana Jagung di Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. Penanaman perdana jagung tersebut dilakukan pada lahan seluas 300 hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten, Ir. H. Agus Tauchid, Msi mengatakan, Gerakan Tanam Jagung Perdana ini merupakan salah satu program pengembangan komoditas tanaman pangan yang ditujukan untuk mendukung program pencapaian target ketahanan pangan yang telah dicanangkan pemerintah. “Gerakan ini searah dengan target pemerintah untuk mempertahankan swasembada jagung”, ujarnya.

Gerakan ini dilakukan dengan mengoptimalkan kerjasama antara Pemprov Banten dengan dunia perusahaan. Tahap pertama pengembangan tanaman jagung di Kecamatan Jawilan ini merupakan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) antara PT Pertamina dan PT Sang Hyang Seri (SHS) dan perusahaan pakan ternak. “Untuk tahap berikutnya kita akan menambah 600 hektar”, kata Agus.

Dikatakannya, hal ini sangat penting dan strategis untuk dilakukan karena selama ini pemenuhan kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak di Banten, 95% berasal dari luar daerah Banten seperti Gorontalo, Lampung, Jawa Tengah dan sejumlah daerah lain di luar negeri.

Banten masih kekurangan produksi untuk memenuhi kebutuhan jagung yang mencapai 1.028.000 ton atau 2.855 ton per hari, di mana Banten hanya mampu memproduksi jagung sekitar 27.674 ton pada tahun 2009. “Jumlah tersebut sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan industri pakan yang ada di Provinsi Banten yang jumlahnya mencapai 12 buah”, kata Agus.

Sementara itu, lanjut Agus, untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan pertanaman seluas 571 hektar per hari atau 205.560 hektar per tahun. Saat ini luas lahan pertanaman jagung di Banten masih sangat kecil, baru mencapai 8.600 ha, padahal masih tersedia lahan yang berpotensi untuk pengembangan jagung, baik pada lahan sawah seluas 197.914 hektar maupun lahan kering dengan luas baku 424.158 hektar. “Karena itu kami mengharapkan tanaman jagung perdana ini dapat membuahkan hasil yang memuaskan serta menginspirasi pengembangan agribisnis jagung di kawasan lain di Provinsi Banten”, tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Jagung Nasional, Ir. Syarifudin Musa, Msc mengatakan saat ini pemerintah sedang menggalakkan tanaman jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional. “Saat ini kebutuhan jagung untuk pakan dan kebutuhan lainnya secara keseluruhan mencapai 18 juta ton”, ungkapnya.

Indonesia harus mengandalkan produksi dalam negeri karena negara-negara penghasil dan pengekspor jagung seperti Amerika dan China sudah tidak lagi mengekspor karena produksi jagung mereka diolah di negaranya sendiri. “Oleh karena itu pengembangan jagung dalam skala regional penting dilakukan, apalagi melihat potensi kawasan Banten yang sangat menjanjikan”, katanya.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip