Update : Kamis, 11/03/2010
 

Pangan

Kamis, 11/03/2010
PERLU KESESUAIAN PRODUKSI JAGUNG DENGAN SIKLUS INDUSTRI PAKAN TERNAK

Target Swasembada jagung telah dicapai oleh Indonesia, tapi belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak dan unggas. ”Hal ini disebabkan belum adanya integrasi dan kesesuaian antara produksi jagung di Indonesia dengan siklus kebutuhan industri pakan”, ujar Wakil Menteri Pertanian, Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi di Karawang, Jawa Barat.

Kamis, 11/03/2010
PRODUK BIOSAFETY CINA BERPOTENSI ANCAM PERTANIAN INDONESIA

Produk pertanian bersertifikat keamanan hayati (biosafety) yang dikeluarkan oleh Cina berpotensi mengancam sektor pertanian di Indonesia. Produk tersebut adalah padi biotek tahan hama dan jagung biotek pitase. 

Kamis, 11/03/2010
Penyuluh Dimobilisasi untuk Percepat Diversifikasi Pangan

Para penyuluh pertanian akan dilatih dan dimobilisasi untuk mewujudkan percepatan diversifikasi pangan. 

Rabu, 24/02/2010
Banten Tanam Jagung untuk Industri Pakan Nasional

Provinsi Banten mengadakan Gerakan Tanam Perdana Jagung di Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang. Penanaman perdana jagung tersebut dilakukan pada lahan seluas 300 hektar.

Rabu, 24/02/2010
Pesemaian Metode Dapog pada Tanaman Padi

Inovasi teknologi Pesemaian Dapog pada tanaman padi pernah diperkenalkan oleh Lembaga Penelitian Padi Internasional/IRRI di Pilipina sejak dekade 1960-an, dan selanjutnya diterbitkan dalam bentuk brosur dengan judul Raising Seedlings by The Dapog Method (1988). 

Senin, 15/02/2010
KALENDER TANAM, TANAMAN PANGAN PULAU SUMATERA

Perubahan iklim merupakan kejadian alam yang dapat terjadi di tingkat global, regional, maupun lokal, yang umumnya berdampak terhadap perubahan pola tanam dan penurunan produksi.

Senin, 08/02/2010
Kalender Tanam Tanaman Pangan Pulau Jawa

Perubahan iklim merupakan kejadian alam yang dapat terjadi di tingkat global, regional, maupun lokal, yang umumnya berdampak terhadap perubahan pola tanam dan penurunan produksi. "Pranatamangsa" dan 'Kertamasa" yang dalam sejarah dan budaya bercocok tanam dijadikan sebagai pemandu penerapan pola tanam tidak dapat dipedomani sepenuhnya karena pergeseran awal musim akibat perubahan iklim.