Update : Senin, 26/07/2010
 
Olahan Pasar

PENGEMBANGAN GRUP PANEN PADI UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DAN MEMPERLUAS KESEMPATAN KERJA DI PERDESAAN

Dari hasil analisis, pengembangan usaha grup panen dengan pembelian empat unit mesin panen tipe gendong seharga Rp. 2.500.00,- per unit dan satu unit power thresher potong bawah tipe thraw in atau hold on seharga Rp. 25.000.000,- per unit, maka total investasinya adalah sebesar Rp. 35.000.000,-. 

Kapasitas kerja grup panen adalah sebesar 5 jam per hektar atau rata-rata sebesar 1.000 kg per jam, bila satu hari bekerja selama 5 jam dan dalam satu tahun dapat bekerja selama 120 hari, serta dengan ongkos sewa pemanenan sebesar Rp. 750.000,- per hektar maka biaya tetap yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 11.888.500,- per tahun atau Rp. 20.000,- per jam.

Sedangkan biaya tidak tetap yang dikeluarkan sebesar Rp. 91.500,- per jam sehingga biaya pokok usaha grup panen adalah sebesar Rp. 111.500,- per jam atau Rp. 111,5,- per kilogram. Bila usaha grup panen ingin mendapatkan keuntungan maka ongkos sewanya harus lebih besar dari Rp. 111,5,- per kilogram, bila produktivitas 5000 kg per hektar maka ongkos sewanya harus lebih besar dari Rp. 557.500,- per hektar.

Bila ongkos sewa grup panen per hektar ditentukan sebesar Rp. 750.000,- maka B/C Rasionya adalah sebesar 1,348 sehingga usaha grup panen ini layak untuk diusahakan oleh petani/gapoktan. Titik pulang pokok (BEP) akan tercapai apabila grup panen dalam satu tahun minimal dapat bekerja dengan luas garapan sebesar 40 hektar per tahun atau 20 hektar per musim.

Berdasarkan nilai NPV dengan bunga 12% per tahun sebesar Rp. 91.614.000, per tahun dan nilai IRR sebesar 99%, maka usaha grup panen ini layak diusahakan oleh gapoktan. Apabila usaha grup panen (UPJA pemanenan) ini dilaksanakan sesuai dengan asumsi di atas, maka nilai investasi akan kembali selama 1,5 tahun atau 18 bulan kerja.

Dengan pengembangan grup panen (UPJA Pemanenan) ini ditargetkan akan dapat menekan susut (kehilangan) hasil saat panen dan perontokan sebesar 0,25% per tahun atau setara dengan penyelamatan beras sebesar 100.000 ton per tahun, bila harga beras adalah Rp. 5.000,- per kilogram, maka akan meningkatkan nilai tambah sebesar 500 milyar rupiah per tahun.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip