Industri Primer Pertanian akan Dikelola Deptan
Pengelolaan industri primer pertanian yang selama ini dikelola Departemen Perindustrian akan dikelola Departemen Pertanian guna meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan kesejahteraan petani.
Peraturan Presiden untuk itu tengah disiapkan. Rencana ini diawali saat Menteri Pertanian Suswono meminta kepada Menteri Perindustrian agar industri peng¬olahan produk pertanian pasca panen, seperti nanas kaleng, bisa dialihkan ke Departemen Pertanian.
Mentan mengatakan saat ini petani hanya mengolah 0,3 hektar lahan sehingga tidak mungkin meningkatkan tingkat pendapatan tanpa mengembangkan industri primernya. "Sebenarnya kita berharap petani mendapatkan tambahan lahan dengan memanfaatkan lahan tidur, tapi bisa dilakukan dengan mix farming system yakni pemanfaatan ternak dan industri pasca panen," ujarnya di Jakarta baru-baru ini. Melalui program mix farming ini, maka setelah panen petani dapat bekerja di industri yang sudah terintegrasi tersebut.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mempersilahkan jika Mentan hendak mengambil alih industri primer pertanian. "Tidak ada masalah kalau Mentan mau ambil industri pengolahan di sektor pertaniannya," kata Hidayat.
Dia mengatakan pengambilalihan tugas itu tidak akan menjadi masalah jika membuat industri primer pertanian bisa tumbuh dengan baik. "Apalagi di sana, sekarang sudah ada Bayu (Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi) bisa membantu untuk koordinasi," katanya.
Dosen Universitas Gajah Mada Yogyakarta Mohammad Maksum mengatakan bila perlu Departemen Pertanian berubah menjadi Departemen Pertanian dan Industri Primer, seperti di Malaysia.
Mentan mengatakan dengan begitu peningkatan daya saing dengan mendongkrak nilai tambah dan ekspor pro¬duk pertanian bisa lebih maksimal de¬ngan pengelolaan industri primer oleh Deptan.
Dia mencontohkan pemerintah berupaya agar daya saing buah-buahan asal Indonesia dapat bersaing dengan buah impor. Peningkatan daya saing ini sesuai dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Mentan menyatakan peningkatan daya saing ini akan berjalan linier dengan laju pertumbuhan pasar modern yang mencapai 26%. Pasar modern akan dimanfaatkan sebagai tempat untuk mempromosikan produk dari dalam negeri.
Arsip
- Bazar Murah HKP ke 38 Tahun 2010, Harga Pangan Naik karena Permasalahan Distribusi
- Meniru Bulan Mutu Jepang Untuk Mutu Pertanian Indonesia
- Ditjen P2HP Evaluasi Pelaksanaan LM3
- Mewujudkan Industri Pengolahan Hasil Pertanian yang Berdaya Saing, Bernilai Tambah dan Berorientasi Pasar
- Mewujudkan Industri Pengolahan Hasil Pertanian yang Berdaya Saing, Bernilai Tambah dan Berorientasi Pasar
- Arsip Lainnya...


