Update : Senin, 26/07/2010
 
Nusantara

Lomba Tumpeng Bahan Baku Non Beras di Pontianak

”Dalam rangka hari gerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Propinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan TPPK Kab. Pontianak menyelenggarakan Lomba Tumpeng Bahan Baku non Beras dan Lokal di Pontianak, baru-baru ini. Lomba tersebut dihadiri oleh Gubernur Kalbar Drs. Cornelis dan pejabat setempat serta ibu-ibu pengurus/anggota PKK dan lain-lain.

Terdapat sebanyak 9 menu tumpeng dengan bahan baku non beras dan bahan baku lokal yang dilombakan dalam lomba tersebut. Kesembilan menu tumpeng tersebut adalah Tumpeng Bestari, Lawar Sekampung, Udel Antik, Tempe Saos Parenggi, Sang Pister, Ayam Dara Itam, Dendeng Jantung Pisang, Abon Ikan, dan Keripik Pakis Hijau. Salah satu menu tumpeng bestari dengan bahan baku jagung, keribang, ubi kayu, santan dan air.

Percepatan Diversifikasi Pangan
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Propinsi Kalbar Drs. Bontor Panggabean mengemukakan, bahwa lomba tumpeng dengan bahan baku non beras dan bahan baku lokal merupakan upaya percepatan diversifikasi pangan. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk kita tidak dapat lagi mengandalkan beras produksi dalam negeri dan terigu yang setiap tahun diimpor.

Selama ini di Propinsi Kalbar selalu menggali potensi-potensi yang ada di daerah untuk dimanfaatkan dan dikembangkan dalam upaya percepatan diversifikasi pangan, di antaranya daun songsong dan pakis. Di samping tepung sagu yang dimanfaatkan untuk pengganti beras dan terigu sebagai makanan pokok, dan di Kabupaten Kubu Raya sudah berhasil dibangun pabrik sagu.

Mie Sagu
”Di Kalbar tanaman sagu tumbuh subur dan berkembang hampir di sepanjang jalan secara liar di daerah pantai, sehingga mempunyai potensi besar untuk dikembangkan dan di salah satu daerah sudah berhasil dimanfaatkan masyarakat dengan membuat mie sagu”, kata Drs. Bontor Panggabean lebih lanjut. Di Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Sambas sudah dikembangkan mie sagu, sehingga diperlukan pembinaan teknis karena warna masih perlu diperbaiki.

Tepung sagu merupakan hasil olahan batang sagu yang siap diolah kembali menjadi berbagai macam makanan. Pengolahan tepung sagu ini menjadi penting untuk digalakkan karena menjadikan sagu tahan lebih lama, serta memudahkan untuk pengolahan selanjutnya. Salah satu hasil olahan tepung sagu yang sudah ada dan dipasarkan di tengah-tengah masyarakat adalah mie sagu.

Oleh karena itu salah satu alasan untuk pengembangan mie sagu di Kalbar merupakan peluang untuk percepatan diversifikasi konsumsi pangan. Hal ini disebabkan ketersediaan bahan baku yang cukup banyak di Kalbar, dan teknologi pengolahannya mudah dan masyarakat sudah mengenalnya dengan semakin meningkatnya jumlah permintaan bahan baku tersebut.

Arsip