Update : Kamis, 11/03/2010
 
Nusantara

Komisi IV DPR-RI Lakukan Panen Raya Padi Hibrida

Di sela-sela kesibukan sehari-hari mengikuti sidang para anggota Komisi IV DPR-RI melakukan panen raya padi hibrida SL-8 SHS di Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa sore (24/11-2009). 

Panen raya tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR-RI Drs. H. Achmad Muqowan dan Dirut PT. Sang Hyang Seri Drs. Edi Budiono pada lahan perusahaan milik negara tersebut seluas 200 hektar dengan hasil 2 ton/hektar yang nantinya akan dikembangkan kembali oleh petani penangkar untuk menjadi benih hibrida.

Ketua Komisi IV DPR-RI Drs. H. Achmad Muqowan dalam kesan-kesannya melakukan panen raya dan dialog dengan petani di lokasi panen tersebut menyatakan terkesan atas upaya PT. SHS yang memproduksi benih unggul. Benih hibrida tersebut sangat diperlukan petani untuk meningkatkan produksi, sehingga pada tahun 2008 telah mencapai swasembada beras, bahkan tahun ini terdapat kelebihan 2 juta ton beras.

”Selama 2 tahun kita mengalami kelebihan beras, sehingga tahun depan perlu diekspor dan Perum Bulog akan mampu melakukan ekspor”, kata Ketua Komisi IV DPR-RI lebih lanjut. Ada kecenderungan penurunan produksi beras tahun depan di dunia, sehingga hal ini merupakan tantangan bagi kita untuk melakukan ekspor beras setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

Untung
”Dari usaha penangkaran benih dengan PT. SHS melalui pola kemitraan kami yang tidak memiliki lahan pertanian memperoleh beberapa keuntungan”, ujar Hasyim salah seorang anggota kelompok tani di Pamanukan ketika melakukan dialog dengan para anggota Komisi IV DPR-RI.

Dalam pola kemitraan tersebut petani memperoleh kebebasan untuk menggarap lahan pertanian milik PT. SHS untuk dijadikan benih hibrida. Sedangkan pihak PT. SHS menyediakan bibit, pestisida, pupuk dan pinjaman uang Rp. 4,5 juta untuk menggarap lahan tersebut.

”Dengan adanya kerjasama tersebut di samping dapat menampung tenaga kerja di pedesaan yang cukup banyak juga pendapatan petani meningkat”, kata Hasyim lebih lanjut sambil mengeluh masih adanya hama tikus yang perlu diberantas.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip