Update : Selasa, 07/09/2010
 
Nusantara

Indonesia-AS Temukan Gunung Api di Bawah Laut Sangihe

Banyak misteri yang belum terungkap yang tersimpan di bawah laut nusantara ini. Salah satu keberhasilan Tim Peneliti Indonesia-Amerika belum lama ini adalah dengan ditemukannya gunung api bawah laut di perairan kepulauan Sangihe Talaud, Sulawesi Utara. 

Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Gelwyn Jusuf mengatakan, gunung itu memiliki ketinggian 3.400 meter, hampir setara dengan tinggi gunung Semeru di Pulau Jawa. Gunung api bawah laut bernama Kawio Barat itu puncaknya mencapai 1.900 meter dan kaki gunung 5.400 meter dari permukaan laut (dpl).

“Di puncaknya ditemukan hydrothermal vent yang merupakan cerobong asap yang mengeluarkan fluida gas asap putih sulphur, serta unsur-unsur lainnya yang berinteraksi dengan air laut dan batuan sekelilingnya,” ungkap Gelwyn.

Cerobong gas itu keluar dari rekahan batuan sebagai hasil interaksi panas dari magma chamber (cerobong) dengan penetrasi air laut yang masuk ke batuan (host rock). Sirkulasi ini mengendapkan unsur-unsur mineral di cerobong tersebut dan sekitarnya. Dalam proses yang lama cerobong ini semakin tinggi dan membentuk hydrothermal vent.

Dr. Sugiarta Wirasantosa, koordintor tim penelitian laut dalam Indonesia, menambahkan di dalam gunung api bawah laut itu terdapat beberapa titik sumber panas bumi dan ribuan spesies unik yang bertahan hidup dengan memakan bakteri di sekitar gunung api bawah laut. “Mineral-mineral tersebut dimakan bakteri yang menyebabkan terdapat biota di sekitarnya,” ungkapnya.

Dari hasil riset tersebut memang belum teridentifikasi, apakah ekosistem bawah laut tersebut merupakan temuan baru atau sudah ditemukan di tempat lain. Kata Sugiata, pihaknya baru mencapai fase identifikasi dan belum bisa mengatakan bahwa temuan ini hanya ada di Kepulauan Sangihe Talaud.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip