Update : Selasa, 07/09/2010
 
Nusantara

Hujan Pengaruhi Hasil Panen Kentang di Kayu Aro, Jambi

Dalam kondisi musim tak menentu di mana intensitas hujan cukup tinggi bahkan di beberapa kebun kentang kebanjiran, namun produksi kentang di kawasan ini masih mampu mencapai 29,6 ton/ha. Seperti kebun kentang di Dusun Kebun Baru, Kecamatan Kayu Aro, Kab. Kerinci, Prov. Jambi yang dipanen oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Ir. HM Kamil, MM pekan lalu. Jumlah ini masih lebih baik dari kondisi normal produksi kentang di Kayu Aro ini yang rata-rata 20-25 ton/ha.

Kebun kentang yang panen perdananya dilakukan oleh Kadis Tanaman Pangan Kab. Kerinci itu, merupakan kebun kentang yang dikelola oleh KTNA Kab. Kerinci bekerjasama dengan PT Wonderindo Pharmatama selaku produsen Pupuk TCP-36 dan KCl Cair yang digunakan untuk pemupukan tanaman kentang tersebut termasuk juga penggunaan pupuk organik.

Mardianus Ketua KTNA/kelompok tani tersebut kepada Sinar Tani mengatakan pemupukan dengan TCP-36 dan KCl Cair produk Wonder yang dilakukan untuk hasil 29,6 ton/ha itu hanya satu kali pemupukan. Bila dilakukan pemupukan dua kali, dan dengan menggunakan bibit MZ, maka hasil yang dicapai bisa mencapai 60 ton/ha. Hal ini bisa dibuktikan pada panen Oktober 2009 di kebun milik Pranoto hasil yang dicapai 52 ton/ha padahal bibit atau benih yang dipakai hanya G-III dan G-IV.

Yongki Hutama selaku owner Wonder ketika dihubungi Sinar Tani melalui telpon genggam di Jakarta membenarkan pemupukan yang dilakukan terhadap kebun kentang kerjasama tersebut hanya satu kali, hal ini dilakukan karena hasil produksi dari kebun tersebut utamanya untuk dijadikan benih.

Disebarluaskan
Pada kesempatan tersebut Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kab. Kerinci menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang dilakukan dalam pengembangan teknologi pertanian di wilayah Kab. Kerinci. Atas nama masyarakat Kab. Kerinci, Kadis memberi penghargaan setinggi-tingginya, dan berharap teknologi tersebut ini dapat disebarluaskan dan dikembangkan di seluruh wilayah kerja KTNA Kab. Kerinci.

Kepada petani di Kerinci, Kamil meski hari libur dengan rela masuk ke kebun, blepotan mengorek-ngorek tanah memanen kentang, minta kepada petani selain menggunakan pupuk anorganik secara bertahap petani juga menggunakan pupuk organik untuk memupuk lahan pertaniannya secara bertahap, karena ketersediaan pupuk organik masih sangat terbatas.

Menurut Kamil Kab. Kerinci sejak 2009 telah berhasil membangun Rumah Kompos (RK). Untuk mensuplai RK tersebut dibutuhkan unsur-unsur organik yang terdapat pada jerami. Untuk itu Kamil selaku Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Kerinci menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar jerami, karena pada jerami terdapat unsur-unsur organik untuk membuat pupuk, selain itu membakar jerami juga mengakibatkan polusi udara.

Arsip