Tujuh Negara Ikuti Pameran Internasional Agrinex 2010
Pembukaan pameran Agrinex International Expo 2010 di Jakarta Convention Centre (JCC) direncanakan oleh Wakil Presiden Budiono pada hari Jum’at 12 Maret 2010. Sedangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diagendakan menjadi pembicara kunci Seminar Nasional Swasembada Daging dan Susu 2014 pada hari kedua pameran.
Ketua Penyelenggara Agrinex International Expo 2010 Rifda Ammarina mengatakan Presiden tidak bisa hadir pada hari pembukaan pameran karena tengah melakukan kunjungan ke luar negeri. “Namun masih ada kesempatan untuk menghadirkan Presiden pada hari kedua,” kata Rifda saat konferensi pers tentang ekspo yang diselenggarakan pada 12-14 Maret 2010.
Dikatakannya pameran kali ini adalah yang keempat dan merupakan pameran internasional Agrinex yang pertama. Menurutnya sudah ada tujuh negara yang mendaftar menjadi peserta yakni Australia, Italia, Polandia, China, Malaysia, Singapura dan Turki.
Selain itu, ada 5 negara yang mengirim utusan pada Agrinex 2010, yakni Jepang, India, Peru, Thailand dan Kuwait. Bila mereka berkenan, maka akan menjadi peserta pada pemeran berikutnya.
Wakil Rektor IV Bidang Bisnis dan Komunikasi Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Imam Suroso mengatakan pada abad 21 menurut prediksi Bank Dunia sektor pertanian masih akan terus berperan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan mengurangi kemiskinan. Dia berharap promosi pertanian di expo agrinex ini mudah-mudahan bisa mendorong kontribusi sektor pertanian dalam pembangunan dunia dan mengurangi kemiskinan.
Direktur Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian Tjeppy D. Soedjana mengatakan dengan adanya promosi ini berharap masyarakat luas bisa tahu tentang program pembangunan dan usaha pertanian. Staf Ahli Menteri Pertanian Syukur Iwantoro menambahkan pameran ini sekaligus akan menggambarkan bahwa usaha dan bisnis pertanian adalah usaha yang menguntungkan dan tidak beresiko tinggi.
Rifda menambahkan melalui expo ini penyelenggara pameran yakni Kementerian Pertanian, IPB dan Performax ingin mengangkat agribisnis ke level/ tingkat yang lebih baik. Hingga saat ini lanjutnya sektor pertanian di negara-negara maju masih menjadi sektor yang diandalkan. ”Jadi usaha pertanian ini adalah usaha bisnis yang berkelanjutan,” tuturnya.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


