PTPN Mulai Memasarkan CPO Melalui Bursa Berjangka Jakarta
Minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) salah satu komoditas agroindustri terpenting dan selalu menjadi sorotan dalam kinerja ekspor non migas Indonesia. Jumlah dan nilai ekspor CPO Indonesia mencapai 60% dari total perdagangan CPO dunia. Produksinya sangat mendukung dengan pertambahan luas kebun kelapa sawit mencapai 5 juta ha atau meningkat 87% dalam 20 tahun terakhir.
Komposisi produsen CPO dihasilkan oleh perkebunan rakyat sebesar 34 %, perkebunan swasta 52 % dan PTPN sebesar 14 %. Saat ini hasil produksi PTPN dijual dengan cara lelang, melalui KPB di luar Longterm Supply Contract yang telah dimiliki oleh KPB.
Kantor Pemasaran Bersama (KPB) ini dibentuk oleh Badan Musyawarah Direksi dari PTP Nusantara, KPB merupakan suatu wadah yang dibentuk berdasarkan kesepakatan bersama. Tujuannya untuk mengurangi terjadinya persaingan antara PTPN, dengan adanya KPB–PTP Nusantara diharapkan kompleksitas tersebut berkurang, dan terjadi keseragaman harga, diharapkan bargaining power penjualan barang produksi oleh PTP Nusantara terhadap pihak ketiga menjadi lebih kuat.
Karena persaingan global komoditi CPO yang semakin ketat, maka dirancang pemasaran CPO dengan pasar fisik terorganisir yang diselenggarakan oleh bursa untuk melaksanakan lelang fisik secara elektronik /on-line. Peluncuran pasar fisik on line CPO terorganisir ini, diselenggarakan pada 23 Juni 2009 di Four Season Hotel, dibuka oleh: Hasan Zein Mahmud selaku Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dengan dihadiri oleh Menteri Negara BUMN, Menteri Perdagangan RI. Peluncuran ini mendapatkan sambutan yang cukup meriah dari para peserta.
Dengan demikian pemasaran CPO PTPN tidak lagi hanya melalui KPB tapi juga melalui Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Sehingga PTPN I-IV, RNI dan pihak swasta seperti PT Bina Karya Prima sebagai produsen CPO dapat memulai memasarkan produknya secara langsung di pasar.
Dengan dimulainya perdagangan CPO melalui BBJ, maka diharapkan industri-industri pemakai bahan baku CPO seperti PT Bina Karya Prima, PT Musim Mas, PT Pelita Agung Agriindustri, PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Nagamas Palmoil Lestari, PT Smart Tbk mempunyai kesempatan lebih luas lagi dalam kegiatan pembelian.
Mekanisme transaksi yang dilakukan secara online dalam pasar fisik terorganisir adalah, pihak penjual dapat melakukan penawaran jual sebagian (partial) atau melakukan penawaran jual keseluruhan (all or none).
Manfaat yang didapat dari pasar lelang fisik CPO
Manfaat lelang fisik CPO ini antara lain bagi produsen/petani akan memiliki kepastian harga, dengan demikian produsen/petani lebih berkonsentrasi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas. Bagi industri pengolahan dapat memperoleh jaminan pasokan bahan baku sesuai dengan kapasitas dan rencana produksi. Bagi pedagang/eksportir akan telindung dari kegagalan pengiriman. Bagi perbankan akan memperoleh keyakinan dalam mendukung pembiayaan.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


