INDONESIA-AMERIKA KERJASAMA PASOK PANGAN DUNIA
Indonesia dan Amerika meningkatkan kerjasama di bidang pertanian mencakup bidang investasi, SDM, perdagangan antar negara, alih ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kegiatan penelitian.
“Kerjasama ini penting karena Indonesia dan Amerika Serikat dengan jumlah penduduknya tiga terbesar di dunia ingin memberikan kontribusi yang lebih besar untuk ketahanan pangan dunia,” ujar Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, dalam workshop bersama tentang Inovasi dan Investasi Sektor Pertanian demi Ketahanan Pangan di Jakarta.
Bayu menyatakan kerjasama ini mencakup kegiatan dari on farm (budidaya) hingga off farm (hilir/olahan). “Komoditas yang dikerjasamakan antara lain kakao, kopi, minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya, serta hortikultura,” kata Bayu pada acara itu yang dihadiri Duta Besar AS untuk Indonesia Cameron Hume, serta para pengusaha di bidang pangan dari kedua negara.
Terkait hal itu, menurutnya, ada tiga bidang yang menjadi poin utama kerjasama ini. Pertama, kegiatan pemasaran. Ada beberapa agenda yang mendapat perhatian untuk komoditas kakao, CPO, perdagangan minyak nabati atau biofuel dan udang.
Untuk komoditas udang, Indonesia-AS akan segera menyelesaikan persoalan tuduhan dumping yang dilancarkan AS; Komoditas kakao, Indonesia akan terus melobi AS agar mengurangi potongan harga produk ekspor kakao Indonesia. Hal itu terkait atas kualitas kakao nasional yang dinilai buruk; Komoditas CPO, Indonesia sudah melobi AS untuk bisa menerima standar nasional tentang minyak Lestari (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) sebagai pengganti persyaratan teknis menembus pasar AS yang mewajibkan sertifikasi Forum Meja Bundar Minyak Lestari (Roundtable on Sustainable Palm Oil/RSPO). “Mereka akan mempelajari untuk dapat menerima sertifikasi ISPO eksportir CPO Indonesia,” imbuhnya.
Ditambahkan Bayu, AS akan meningkatkan perdagangan minyak nabati atau biofuel. “Protokol perdagangannya masih dibahas terkait ketentuan biofuel yang diperdagangkan harus memperhatikan perkebunan lestari (sustainable)", katanya.
Kedua, bidang investasi. Indonesia akan mengundang investor asal AS untuk meningkatkan tingkat investasi sektor pertanian Indonesia, di kegiatan hulu maupun hilir. Investor AS akan diundang untuk menanamkan modalnya pada lahan pertanaman semisal di usaha budidaya berskala luas (food estate) di Merauke, Papua.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


