Indonesia Alih Teknologi Kapas Cina
Indonesia impor benih kapas hibrida dari Cina sekaligus melakukan alih teknologinya. Harapannya, produksi kapas nasional bisa ditingkatkan.
Direktur Jenderal Perkebunan Deptan Achmad Mangga Barani mengatakan kerjasama pengembangan kapas dengan Cina sudah dilakukan sejak tahun 2006. ”Departemen Pertanian bekerjasama dengan Hubei mengembangkan benih kapas hibrida,” tambahnya kepada Sinar Tani saat menerima kunjungan manajemen perusahaan benih kapas Tiongkok, Hubei Provincial Seed Group Co Ltd, di Jakarta.
Pada tahap awal lanjutnya, Indonesia mengimpor 40 ton benih kapas hibrida dari Tiongkok. Tahun 2009 ini, katanya, sudah dimulai penanaman secara komersial dan sekaligus melakukan alih teknologi. Areal tanam berada di Sulsel, Jatim, Jateng, DIY, Bali, NTT, dan NTB, masing-masing seluas 10 hektar.
Mangga Barani menjelaskan, jika penanaman ini berhasil maka diharapkan produksi kapas dalam negeri meningkat 5-6 persen. Untuk meningkatkan minat petani menanam kapas, katanya, pemerintah memberi subsidi benih dan pupuk, serta mematok harga pembelian oleh pengusaha dari petani Rp 4.000 per kg. Selama ini, kapas dari pe¬tani hanya dihargai Rp 2.500 per kilogram.
Dia mengungkapkan, kebutuhan kapas nasional masih dipenuhi dari Amerika Serikat, Australia, Mesir, dan beberapa negara. Luas lahan tanaman kapas di Indonesia sekitar 400.000 ha, namun yang sudah ditanami baru 20.000 ha, terluas berada di Sulsel sekitar 7.500 ha. Produksi masih di bawah satu ton per ha, namun dengan benih hibrida diharap¬kan bisa mencapai empat ton.
Indonesia saat ini masih impor 99% dari sekitar 500.000 ton kebutuhan serat kapas nasional per tahun. Kapas impor kebanyakan digunakan untuk industri tekstil, sebagian besar produk tektilnya diekspor.
Ingin Berinvestasi
Pimpinan Hubei Guobao Yuan menegaskan, pihaknya ingin berinvestasi di Indone¬sia, namun harus melihat dulu minat petani menanam kapas. Di Tiongkok, ungkapnya, har¬ga kapas sama dengan harga jagung dan beras yakni disubsidi pemerintah, sehingga menarik minat petani.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


