Update : Kamis, 11/03/2010
 
Nasional

Untuk Mendukung Program Swasembada Daging Perlu Dimanfaatkan Kredit KUPS Seoptimal Mungkin

Untuk mencapai swasembada daging sapi 2014 pemerintah telah memfasilitasi pengembangan modal usaha pembibitan melalui skim kredit khusus berupa Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS). Fasilitas permodalan tersebut merupakan salah satu instrumen penting untuk tercapainya swasembada daging sapi.

“Oleh karena itu kredit KUPS dan KKPE dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin dan digunakan sesuai peruntukkannya, sehingga pada saatnya dapat dilakukan pelunasan kredit yang tepat waktu dan tepat jumlah”, kata Menteri Pertanian Ir. Suswono pada acara launching Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) di Malang, Senin (8/2-2010).

Acara launching tersebut yang dihadiri Dirjen Peternakan Dr. Tjeppy D Sudjana dan wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf serta undangan lainnya diawali dengan penandatanganan akad kredit antara pelaku usaha pembibitan dengan bank pelaksana dan penyerahan SPPK (Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit). Peserta akad kredit tersebut terdiri atas kelompok ternak dan 5 koperasi dengan Bank Jatim senilai Rp 25 miliar, Bank DIY senilai Rp 1,5 miliar, BRI Rp 66,8 miliar, sehingga sebanyak 9 pelaku usaha pembibitan telah menandatangani akad kredit dengan nilai Rp 93,3 miliar.

Bibit Unsur Penentu
Menurut Menteri Pertanian bibit sebagai salah satu unsur penentu untuk mencapai swasembada daging sapi 2014 sudah saatnya mendapatkan perhatian yang lebih serius. Pemerintah telah memfasilitasi pengembangan modal usaha pembibitan melalui skim kredit khusus berupa kredit usaha pembibitan sapi (KUPS). Fasilitas permodalan tersebut merupakan insentif bagi pelaku usaha pembibitan sapi dan merupakan salah satu instrumen penting untuk tercapainya swasembada daging sapi. KUPS diharapkan dapat memberikan kontribusi penambahan populasi sapi.

Dengan populasi sapi pada tahun 2010 yang diperkirakan berjumlah 12,8 juta ekor, dan target populasi sapi potong pada tahun 2014 sebesar 14,2 juta ekor, secara nasional pada kurun waktu 5 tahun yang akan datang terjadi peningkatan populasi sapi sebesar 1,4 juta. Penambahan populasi tersebut diharapkan dari kontribusi KUPS sebesar 1 juta ekor selama 5 tahun atau 200 ribu ekor per tahun. Melalui komitmen yang kuat di antara kita penyaluran KUPS diharapkan dapat terus ditingkatkan.

KKP-E
Di samping itu, dalam rangka ketahanan pangan dan energi, penyaluran KKP-E juga perlu terus ditingkatkan mengingat plafon KKP-E untuk sektor pertanian sebesar 8,143 triliun rupiah baru dapat dimanfaatkan sekitar 30%. Kredit ketahanan pangan dan energi ini merupakan kredit investasi atau modal kerja yang diberikan oleh Bank Pelaksana kepada petani atau peternak melalui kelompok tani atau koperasi dalam rangka mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan dan pengembangan tanaman bahan baku, bahan bakar nabati.

“Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 229 juta jiwa pada tahun 2009 dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 1,15 persen per tahun sangat membutuhkan pangan yang cukup besar”, kata Suswono lebih lanjut. Kebutuhan pangan hewani terutama daging sapi saat ini belum mampu sepenuhnya disediakan dari pasokan dalam negeri. Pasokan daging sapi dalam negeri untuk kebutuhan konsumsi baru mencapai sekitar 60 persen, sehingga 40 persen dari kebutuhan konsumsi masih harus dipenuhi melalui impor sapi bakalan dan impor daging sapi.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip