Teknologi Pasca Panen untuk Mempertahankan Mutu Buah Manggis
MANFAAT MANGGIS UNTUK KESEHATAN
Sebagai buah segar, manggis merupakan sumber mineral dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan bermanfaat untuk kesehatan. Setiap 100 g daging buah manggis mengandung 0,6 g protein, 0,6 g lemak, 15,6 g karbohidrat, 8 mg kalsium, 12 mg fosfor, 0,8 mg besi, 70 g air dan 53 kalori (Nio, 1992). Selain kandungan mineral dan vitamin, manggis mengandung komponen kimia bersifat anti oksidan yang kuat yakni xanthone yang memiliki aktivitas anti kanker, anti bakteri dan anti inflammasi.
Berdasarkan uji laboratorium ekstrak manggis merupakan bahan anti bakteri dan anti kapang. Di banyak negara di Asia Tenggara secara tradisional manggis sudah dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai jenis penyakit antara lain diare, diabetes, migraine, alergi, rematik, cystitis, gonorrhea, eksem dan berbagai penyakit kulit.
Xanthone yang merupakan anti oksidan sangat kuat berpotensi untuk memelihara kekebalan tubuh dan mendukung kesehatan mental. Kegunaan lain xanthone adalah mendukung keseimbangan mikrobiologi dan meningkatkan kelenturan sendi. Kandungan xanthone tidak hanya terdapat pada daging buah tetapi juga pada kulit buah, dimana kulit buah manggis dapat digunakan sebagai bahan obat, pewarna alami, lotion penyegar kulit, salep untuk penyakit eksim atau penyakit kulit lainnya.
Masyarakat India dan Cina merebus kulit buah manggis dan meminumnya untuk mengobati penyakit rematik dan kanker. Campuran kulit manggis dan daun jambu biji dapat digunakan untuk kosmetik bahan alami sebagai krim pemutih, sedangkan teh yang dibuat dari daun manggis bermanfaat untuk obat demam dan mengatasi haid yang tidak teratur. Jus buah manggis yang kaya anti oksidan yang sangat populer di Thailand dipasarkan sebagai makanan suplemen dengan harga yang relatif mahal antara $ 10 - $ 15.
BEBERAPA KOMPONEN YANG MEMPENGARUHI MUTU BUAH MANGGIS
1. Tingkat Ketuaan Panen
Mutu buah manggis segar sangat ditentukan oleh penanganan pasca panen, mulai dari pemilihan tingkat ketuaan buah, pengemasan sampai penyimpanannya. Buah manggis merupakan buah klimaterik sehingga buah dapat matang selama masa penyimpanan. Puncak klimaterik dicapai setelah penyimpanan 10 hari pada suhu ruang. Pemanenan umumnya dilakukan setelah buah berumur 104 hari dihitung mulai bunga mekar, saat warna kulit buah manggis masih berwarna hijau dengan sedikit ungu muda pada permukaan kulit buahnya. Enam hari setelah dipanen warna kulit buah menjadi ungu tua. Buah yang dipanen saat berwarna merah tua (114 hari) menyebabkan daya simpannya lebih singkat dan tidak dapat memenuhi persyaratan mutu manggis untuk ekspor.
Buah yang muda berwarna hijau dan mengandung banyak getah yang berwarna kuning. Semakin tua umur buah dipanen menyebabkan semakin kurang getahnya. Adanya getah pada buah manggis mengakibatkan buah menjadi kotor dan tidak menarik, sedangkan adanya getah pada daging buah menyebabkan kesulitan untuk memisahkan daging buahnya dengan tangan. Warna kulit buah yang masak merah keunguan dan kulitnya mudah pecah. Sedangkan buah yang dipanen pada tingkat buah berwarna hijau dengan bintik ungu yaitu pada umur 104 hari, warna kulit buahnya berubah dengan cepat menjadi 20-25% ungu kemerahan dalam satu hari penyimpanan pada suhu 25 °C,RH 70%. Warna kulit berubah menjadi ungu kemerahan 100% setelah 6 hari penyimpanan.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


