PENYAKIT UTAMA PADA TANAMAN PISANG
Penyakit Layu Fusarium atau Penyakit Panama merupakan penyakit yang sangat berbahaya, demikian pula Penyakit Layu Bakteri atau Penyakit Darah pada pisang dapat menimbulkan kerusakan mencapai 27- 36 % bahkan bisa mencapai lebih dari 75%. Kedua penyakit ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan tanaman yang sudah terserang.
Pisang merupakan komoditas yang menduduki tempat pertama di Indonesia diantara jenis buah-buahan lainnya, baik dari sisi sebaran, luas pertanaman maupun dari sisi produksinya. Buah pisang digemari karena rasanya yang enak, umumnya dihidangkan dalam bentuk segar sebagai buah meja, sebagai pencuci mulut sehabis makan, direbus atau diolah menjadi makanan lainnya.
Di samping untuk konsumsi segar beberapa kultivar pisang di Indonesia juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri olahan pisang, misalnya industri kripik, sale dan tepung pisang. Pisang banyak mengandung vitamin dan mineral esensial yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tingkat konsumsi dari tahun 2005 sampai 2010 diperkirakan akan meningkat 14,8-20 kg/kapita/tahun.
Berdasarkan proyeksi peningkatan jumlah penduduk dari 220-230 juta diperkirakan kebutuhan konsumsi segar dalam negeri akan mencapai 3,3-4,6 juta ton. Kebutuhan konsumsi segar sudah dapat dipenuhi oleh total produksi pisang nasional, artinya kebutuhan konsumsi segar dalam negeri sudah dapat dipenuhi dari luas panen dan produksi dari sentra–sentra produksi yang telah ada.
Peluang pengembangan agribisnis komoditas pisang masih terbuka luas. Perkembangan kebun rakyat dan industri olahan di daerah sentra produksi, dapat memberikan peluang, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perluasan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja.
Untuk keberhasilan usahatani pisang selain penerapan teknologi, penggunaan varietas unggul dan perbaikan varietas harus dilaksanakan. Varietas unggul yang dimaksud adalah varietas yang toleran atau tahan terhadap hama dan penyakit penting pisang, mampu berproduksi tinggi serta pisang selain penerapan teknologi, penggunaan varietas unggul dan perbaikan varietas harus mempunyai kualitas buah yang bagus dan disukai masyarakat luas.
Masalahnya hanya terletak pada rendahnya mutu produksi, karena itu program pengembangan ke depan difokuskan pada peningkatan mutu produksi di daerah sentra yang telah ada (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Selatan). Peningkatan konsumsi dapat dilakukan dengan promosi tentang pentingnya nilai gizi pisang sebagai sumber karbohidrat.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


