KEMITRAAN DAN KOMUNIKASI
Penyampaian pesan/komunikasi yang baik dapat menimbulkan ketertarikan dan kepercayaan yang dapat mendorong terjadinya kerjasama usaha.
Penduduk miskin di Indonesia tercatat 37,2 juta jiwa dan sekitar 63,4% berada di pedesaaan dengan mata pencaharian utama di sektor pertanian dan 80% berada pada skala usaha mikro dengan kepemilikan lahan lebih kecil dari 0,3 hektar (BPS 2007). Kemiskinan ini merupakan masalah pokok nasional yang penanggulangannya menjadi prioritas pertama dalam pembangunan kesejahteraan sosial.
Salah satu upaya untuk mengentaskan masyarakat tani dari kemiskinan adalah dengan pemberdayaan masyarakat tani menjadi petani modern yang berwawasan agribisnis. Petani yang berwawasan agribisnis dalam berusaha tani harus berorientasi pasar dalam rangka untuk memperoleh keuntungan. Banyak faktor yang mempengaruhi besarnya keuntungan yang diperoleh petani selain kondisi pasar, juga efisiensi dalam pengelolaan usaha taninya.
Kemitraan
Efisiensi usaha dapat diperoleh salah satunya adalah dengan mengadakan kerjasama usaha dalam bentuk kemitraan baik antara petani dalam kelompoktani maupun dengan pihak-pihak lain terkait. Kerjasama kemitraan ini dapat terjadi bila ada saling percaya, saling memahami dan persamaan persepsi, yang kesemua ini dapat diperoleh dengan penyampaian pesan atau komunikasi yang baik. Untuk itu dalam melaksanakan kerjasama kemitraan, maka petani perlu mengetahui dan mempunyai keterampilan dalam berkomunikasi dengan baik, komunikasi dalam hal ini baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Komunikasi
Kata komunikasi berasal dari bahasa Latin communis yang berarti bersama. Sedangkan menurut kamus, definisi komu¬nikasi dapat meliputi ungkapan-ungkapan seperti berbagi infor¬masi atau pengetahuan, memberi gagasan atau bertukar pikiran, dengan tulisan atau ucapan. Definsi lain terbatas pada situasi stimulus-response, pesan dengan sengaja disam¬paikan untuk mendapatkan respons, seperti pertanyaan yang diajukan memerlukan jawaban, instruksi yang diberikan perlu diikuti, atau penyajian iklan untuk stimulan agar orang membeli suatu produk.
Komunikasi dapat dilakukan secara verbal atau nonverbal. Verbal berarti dengan kata-kata, sedangkan nonverbal berarti tanpa kata-kata. Bentuk dasar komunikasi adalah verbal, karena setiap orang dalam suatu komunitas berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata untuk menyampaikan pesan/informasi/ide. Keterampilan mengucapkan kata untuk menyampaikan pesan atau memberi respon dalam komunikasi verbal menentukan keberhasilan komunikasi. Gaya dalam berkomunikasi disesuaikan dengan situasi dan lawan komunikasi.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


