KEBIJAKAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KELAPA
Pohon kelapa dikenal sebagai pohon kehidupan karena setiap bagian dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan. Secara agroklimatologis, tanaman kelapa ini dapat tumbuh baik hampir di seluruh wilayah Indonesia, dan sebagian besar adalah tanaman rakyat, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan.
LATAR BELAKANG
Areal tanaman kelapa di Indonesia merupakan areal terluas di dunia, namun bila ditinjau dari aspek produksi, Indonesia hanya menduduki posisi ke dua setelah Philipina. Kondisi ini menunjukkan bahwa produktivitas kelapa Indonesia masih di bawah Philipina. Bila dikaitkan dengan upaya pemerataan pembangunan dan penanganan kemiskinan, komoditas kelapa akan sangat berperan karena secara agroklimatologis tanaman kelapa dapat tumbuh baik di hampir seluruh wilayah di Indonesia, dan sampai saat ini tanaman kelapa adalah tanaman rakyat (97 % merupakan areal perkebunan rakyat) dan merupakan sumber pendapatan penting bagi masyarakat pedesaan. Komoditas kelapa merupakan bahan baku untuk menghasilkan berbagai macam produk penting, seperti minyak kelapa, tepung kelapa, santan, karbon aktif, gula kelapa dan lain-lain. Pabrik pengolahan tersebut banyak yang beroperasi di bawah kapasitas, bahkan ada yang terancam gulung tikar karena tidak kontinyunya pasokan bahan baku dan harga yang cenderung berfluktuatif. Oleh karena itu komoditas kelapa merupakan salah satu komoditas yang terbukti dapat diandalkan dan potensial untuk dikembangkan.
SASARAN PENGEMBANGAN
Sasaran Umum Jangka Panjang Sampai Dengan 2025
Dalam jangka panjang (dua puluh lima tahun ke depan) secara makro komoditas kelapa diproyeksikan telah menjadi komoditas andalan sebagai sumber devisa, penyedia lapangan kerja, dan kontributor PDB signifikan dalam pembangunan nasional, sedangkan pada tingkat mikro telah menjadi sumber penghasilan yang dapat mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usahanya.
Secara spesifik sasaran yang ingin dicapai dalam jangka panjang adalah:
a. Indonesia menjadi negara produsen kelapa terbesar di dunia dengan tingkat kemampuan daya saing yang cukup tinggi.
b. Produktivitas tanaman meningkat menjadi 2 ton setara kopra/hektar/tahun.
c. Sekitar 50 % areal tanaman kelapa berasal dari bibit unggul varietas komposit.
d. Penerapan secara konsisten Good Agricultural Practices (GAP).
e. Jumlah dan jenis produk kelapa yang diekspor meningkat, baik produk utama, hasil samping dan hasil ikutan yang mengandung nilai tambah.
f. Pendapatan petani dari usahataninya minimal 1.500 US $/KK/tahun.
g. Harga produk di tingkat petani 80 % dari harga FOB untuk setiap jenis produk yang diekspor.
h. Diterapkannya secara konsisten dan kontinyu mengenai Zero waste product/green product.
i. Berkembangnya industri hilir kelapa.
j. Petani telah dapat dikonsolidasikan dalam kelembagaan usaha yang efektif.
k. Kemampuan petani dalam mengantisipasi perubahan/permintaan pasar cukup tinggi.
Sasaran Khusus Jangka Menengah Sampai Tahun 2010.
a. Mempersiapkan Indonesia menjadi negara produsen kelapa terbesar di dunia dengan mengembangkan usaha agribisnis kelapa yang berdaya saing dengan proyeksi produksi (setara kopra) sekitar 4 juta ton.
b. Produktivitas tanaman meningkat dari 1.1 menjadi 1.5 ton setara kopra/hektar/tahun.
c. Sekitar 20 % dari total areal tanaman kelapa berasal dari bibit unggul.
d. Jumlah dan jenis produk yang diproduksi dan diekspor lebih banyak dan beragam, pemanfaatan hasil samping dan limbah semakin berkembang.
e. Pendapatan petani dapat ditingkatkan minimal 1000 US $/KK/tahun.
f. Harga produk di tingkat petani 75 % dari harga FOB untuk setiap jenis produk yang diekspor.
g. Kebutuhan pupuk untuk perluasan dan peremajaan adalah: Urea sebanyak 78.650 ton dan SP.36 sebanyak 58.850 ton.
h. Good Agricultural, Practices (GAP) dalam usahatani kelapa telah diterapkan termasuk implementasi “zero waste production process”.
i. Petani telah dikonsolidasikan dalam kelembagaan usaha yang efektif (koperasi).
j. Kemampuan petani dalam mengantisipasi permintaan pasar meningkat.
k. Kelembagaan di tingkat nasional yang mempunyai kewenangan penuh dalam penanganan /pengelolaan agribisnis kelapa terbentuk (seperti coconut board).
l. Tersedianya sumber dana untuk membiayai peremajaan kelapa.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


