Update : Senin, 26/07/2010
 
Mancanegara

Ubi Jalar Kuning untuk Perbaikan Gizi

Para petani di negara-negara Afrika kawasan selatan Sahara kini sedang giat mengganti tanaman tradisional ubijalar berdaging putih dengan ubijalar berdaging kuning. Gerakan yang diprakarsai oleh Pusat Penelitian Internasional Kentang dan Umbi-umbian (CIP) itu dimaksudkan sebagai salah satu cara mengatasi penyakit-penyakit dan gangguan kesehatan akibat kekurangan vitamin A.

Penduduk Afrika banyak yang rawan pangan dan kurang gizi. Sekitar 50 juta anak-anak di bawah umur 6 tahun di benua itu kini menghadapi risiko penyakit akibat kekurangan vitamin A. CIP melihat varietas ubijalar kuning yang kaya vitamin A (betacarotene) bisa membantu memecahkan masalah tersebut.

Ubijalar merupakan produk tanaman pangan yang paling cepat pertumbuhan produksinya di antara produk pangan di Afrika bagian selatan karena lebih tahan kekeringan dan bisa menghasilkan di lahan kurang subur. Gerakan tersebut diharapkan akan memberi manfaat kesehatan dan ekonomi yang signifikan dalam sistem pangan di 17 negara Afrika.

Saat ini di Kenya, Tanzania dan Uganda, paling sedikit 15% areal tanaman ubijalar sudah terisi dengan varietas ubijalar kuning. Dengan dukungan CIP, pasar ubijalar di negara-negara tersebut sudah berkembang dan semakin banyak aneka jenis produk makanan olahan berbahan ubijalar kuning di pasar.

Gerakan tersebut diawali suatu proyek percobaan selama dua tahun oleh Dr. Jan Low dkk dari CIP yang menggunakan ubijalar kuning untuk memperbaiki gizi anak-anak balita Mozambique yang menderita kekurangan vitamin A. Proyek tersebut berhasil, yakni telah terjadi pengurangan frekuensi kadar rendah retinol,- salah satu indikator kekurangan vitamin A -, pada darah anak-anak yang menjadi peserta. Disimpulkan bahwa menambahkan 100 g ubijalar berdaging kuning pada diet harian akan memberi cukup vitamin A bagi anak-anak. Pada wanita hamil bisa mengurangi secara dramatis tingkat kematian waktu persalinan.

MENCEGAH PENURUNAN VITAMIN C KENTANG
Kentang merupakan salah satu sumber penting vitamin C. Penelitian oleh Pusat Penelitian Internasional Kentang dan Umbi-umbian (CIP) menemukan kandungan vitamin C beberapa varietas kentang asli Amerika Selatan ada yang cukup tinggi mencapai 30 mg/100 g bobot segar.

Hasil penelitian CIP menunjukkan cara-cara penanganan dan pengolahan kentang memengaruhi tingkat penurunan kandungan vitamin C. Juga bahwa tingkat kehilangan vitamin C berbeda di antara berbagai varietas.

Tetapi pada umumnya, pada varietas yang sama tingkat kandungan vitamin C pada umbi kentang yang direbus lebih tinggi dibanding yang dipanggang, digoreng atau dimasak dengan microwave. Dan dalam penyimpanan, kandungan vitamin C kentang berkurang dengan berjalannya waktu.

Kentang bisa diandalkan sebagai salah satu sumber vitamin C yang diperlukan manusia dalam dietnya. Kebutuhan vitamin C pada orang dewasa adalah sekitar 100-120 mg per hari. Menggunakan varietas yang kadar vitamin C-nya cukup tinggi, sekitar 17-20% kebutuhan vitamin C bagi orang bisa dipenuhi dengan konsumsi kentang. Dengan konsumsi 400 g kentang per hari, pemenuhan kebutuhan bahkan bisa lebih tinggi.

Arsip