Update : Senin, 26/07/2010
 
Mancanegara

TOMAT TAHAN PANAS DAN KEKERINGAN

Dulu sulit membayangkan tanaman tomat bisa beradaptasi dengan panas dan kekeringan. Budidaya tomat butuh banyak air dan iklim yang sedang. Tetapi dengan bantuan teknologi maju, para ilmuwan pusat penelitian sayuran dunia, AVRDC telah membuka lembaran baru budidaya tomat. 

Dari hasil penelitian di pusat penelitian tersebut, jenis tomat tahan panas yang cocok dibudidayakan di dataran rendah tropis pada musim panas yang lembab sudah tersedia dan sudah dibudidayakan secara luas. Belum lama ini, AVRDC telah pula berhasil membiakkan tanaman tomat yang tahan panas dan kekeringan.

Tomat tahan panas dan kekeringan tersebut diciptakan oleh tim peneliti yang dipimpin Dr. Robert de la Pena. Mereka menggunakan penanda genetik dan teknologi persilangan yang canggih untuk memindahkan gen-gen pengendali kemampuan beradaptasi terhadap kekeringan pada tanaman tomat komersial.

Upaya Dr. de la Pena dkk untuk membiakkan tomat tahan kekeringan panas dilakukan dengan bantuan sifat genetik dua jenis tomat liar yang terdapat di lahan-lahan gersang Amerika Selatan. Yang satunya ialah Solanum chilense yang memiliki sistem perakaran yang besar dan toleran layu yang lima kali lebih besar dibanding jenis tomat budidaya. Lainnya adalah S. pennellii yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air pada waktu kekeringan dan menyerap debu lewat daunnya.

AVRDC sejak tahun 1971 mulai mengembangkan pembiakan berbagai sayuran agar bisa beradaptasi dengan kondisi-kondisi ekstrim di daerah tropis. Tujuannya membantu petani daerah-daerah tropis. Untuk itu AVRDC mengoleski plasmanutfah sayuran, domestikasi maupun liar, yang sudah mencapai 56.000 aksesi, suatu koleksi publik terbesar di dunia.

DOMESTIKASI TANAMAN BUAH UNTUK WANATANI
Berbagai negara di Afrika kini sedang mengembangkan domestikasi tanaman buah asli untuk dibudidayakan petani dalam kegiatan wanatani (agroforestry).

Kegiatan yang didukung program pusat penelitian wanatani dunia (World Agroforestry Centre) sejak tahun 1996 kini dilengkapi dengan program pengembangan pemasaran dan pengolahan menjadi berbagai makanan dan minuman olahan. Program wanatani dengan tanaman buah asli domestikasi itu diselenggarakan di negara-negara kawasan Afrika bagian timur, barat, selatan dan tengah.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip