Update : Selasa, 07/09/2010
 
Mancanegara

Proyek Uji Lapang Biochar di Australia

Australia sedang giat melakukan uji lapang manfaat aplikasi arang hayati (biocharcoal disingkat biochar) bagi pertanian dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Proyek yang sudah berlangsung 4 tahun di negara bagian New South Wales (NSW) itu merupakan salah satu yang pertama di dunia yang mampu mengukur manfaat biochar untuk tanaman dan penyimpanan karbon.

Proyek pemerintah yang diselenggarakan oleh NSW Industry and Investment tersebut ditangani oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Dr. Lukas van Zwieten.

Menteri Pertanian Australia, Tony Burke menyatakan bahwa orang berbicara bahwa arang hayati bisa meningkatkan produktivitas dan mengurangi gas-gas rumah kaca tetapi belum ada cara mengukurnya. Ia mengungkapkan proyek uji lapang yang berlokasi di daerah Northern Rivers, kawasan Pantai Utara Australia itu telah mencakup tanaman ekonomi seperti alpukat, tebu gula, padi, kopi dan macadamia.

Adapun tantangan yang dihadapi proyek penelitian tersebut, menurut Tony Burkle, ialah bahwa jenis biochar yang berbeda akan memberi hasil yang berbeda pada jenis tanah yang berbeda dan jenis tanaman yang berbeda.

Proyek uji coba tersebut ternyata masih harus mengimpor dari Indonesia dan Pilipina jumlah terbesar arang hayati yang dibutuhkan karena reaktor (mesin pirolisis) yang dimiliki hanya berkapasitas prosuksi skala kecil.

Untuk memenuhi kebutuhan pengembangan uji coba dan aplikasi arang hayati oleh petani maka kini sedang direncanakan pembangunan mesin pirolisis berkapasitas produksi cukup besar dengan biaya 12 juta dolar Australia.

Arang hayati dapat dibuat dari bahan organik apa saja termasuk limbah rumah tangga, pertanian, kertas, dsb, sementara gas yang dihasilkan bisa digunakan untuk pembangkit listrik.

ARANG HAYATI MENGGANTI PUPUK IMPOR
Pemerintah Maldives bekerjasama dengan perusahaan Inggeris, Carbon Gold telah meluncurkan rencana penggunaan arang hayati (biochar) sebagai pupuk pada pertanian di negeri kepulauan kawasan Pasifik itu. Tujuannya ialah mengurangi impor pupuk organik sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca CO2.

(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)

Arsip