Update : Senin, 26/07/2010
 
Mancanegara

MEMBANTU TANAMAN HADAPI STRES SALINITAS

Tingkat kemasinan (salinitas) tanah yang tinggi telah menjadi salah satu penghambat besar pembangunan pertanian dunia saat ini. Kemasinan yang mengancam pertumbuhan dan kehidupan tanaman itu semakin bertambah parah oleh berlangsungnya gejala pemanasan global. Adakah cara praktis efektif untuk mengatasinya?

Salah satu yang kini memberi harapan adalah apa yang sedang dikerjakan oleh tim riset Perancis-Junani termasuk para ilmuwan lembaga riset pertanian Perancis, INRA. Mereka berhasil merancang mekanisme baru yang bisa membantu tanaman siap menghadapi stress kemasinan secara efektif.

Hasil studi mereka yang telah disiarkan dalam “The Plant Journal” telah membuka peluang untuk mengembangkan pra-perlakuan (pre-treatment) yang dimaksudkan untuk “menaklukkan” lahan yang tidak lagi dapat ditanami atau yang kemasinan akibat pola budidaya yang kelewat intensif.

Dalam penelitian tersebut tim mempelajari dampak pra-perlakuan menggunakan peroksida hydrogen (H2O2) dan oksida nitrit (NO) terhadap akar-akar tanaman jeruk (Citrus) menyesuaikan diri dengan kemasinan. Mereka menemukan bahwa efek berbahaya oleh stress kemasinan seperti layu daun dan tertahannya pertumbuhan bisa berkurang secara nyata.

Suatu analisa mengungkapkan bahwa stres kemasinan menyebabkan akumulasi protein dalam daun. Pada pra-perlakuan dengan H2O2 atau NO, perubahan demikian dalam proporsi besar tidak terlihat. Para periset INRA untuk pertama kali mengidentifikasi pada tanaman jeruk bahwa fiksasi oksida nitrit menyesuaikan fungsi suatu fraksi protein menjadi beberapa asam aminonya.

Studi ini mengungkapkan beberapa protein khusus yang mengalami modifikasi kimia seperti oksidasi atau nitrosilasi (fiksasi oleh kelompok NO) dalam menghadapi stress kemasinan. Ini menunjukkan bahwa pengaturan oksidasi protein dan nitrosilasi merupakan mekanisme yang sangat penting. Melalui mekanisme ini dua molekul perangsang, yakni H2O2 dan NO menyiapkan tanaman untuk memberi jawaban efektif terhadap stres kemasinan.

Kemasinan tanah telah menjadi salah satu hambatan lingkungan yang utama pada pertanian modern. Sekitar 20% lahan yang ditanami dan 50% lahan irigasi di dunia kini mengandung kadar garam yang berbahaya bagi perkembangan tanaman.

KIT PEMANTAU ANTIBIOTIK
Suatu kit portabel baru untuk memantau keberadaan antibiotik di lingkungan telah berhasil dikembangkan bersama oleh para ilmuwan Amerika Serikat dan Republik Czek.

Kit tersebut yag sudah divalidasi, mudah digunakan dan hasilnya segera diketahui. Dasarnya adalah ELISA (enzyme-linked immunosorbent assays) untuk menemukan jejak sulfonamida atau obat-obat sulfa dalam air limbah. Pemantauan demikian perlu bagi para operator pabrik pengolahan air limbah dan air selokan. Sedangkan para ilmuwan dan petani memerlukannya untuk memantau keberadaan dan pergerakan sulfonamida dalam tanah.

Kit yang dikembangkaan para peneliti Badan Penelitian Pertanian (ARS) dan perusahaan Abraxis, LLC di Amerika Serikat, bersama Lembaga Penelitian Veteriner Republik Czek itu berguna khususnya pada kondisi yang membutuhkan pemantauan lingkungan secara rutin.

Arsip