Untuk Tanggulangi Rawan Pangan di NTT Kemtan Bantu Dana Rp 9,2 Miliar
Menteri Pertanian Ir. Suswono, MMA memberikan bantuan dana senilai Rp 9,2 milyar serta memberikan bantuan bibit jagung dan kacang hijau untuk penanggulangan daerah rawan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, di Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Bantuan sebesar Rp 9,2 milyar tersebut terdiri dari bantuan sosial untuk program Desa Mandiri Pangan bagi 21 kabupaten/kota se-NTT sebesar Rp 2 milyar, bantuan sosial konsumsi pangan Rp 650 juta, replikasi desa mandiri pangan Rp. 1,6 miliar, pengembangan ternak Rp. 4,5 milyar serta bantuan untuk mengatasi rawan pangan Rp 530 juta.
Frans Lebu Raya mengatakan kondisi kerawanan pangan di NTT disebabkan oleh faktor perubahan iklim yang berdampak pada kekeringan di lahan pertanian pangan sehingga terjadi gagal panen 4 komoditi pangan pokok.
Berdasarkan data analisis yang dihimpun oleh Pemerintah Provinsi NTT, kerusakan di musim tanam 2009/2010, terbesar terjadi pada komoditi jagung seluas 61.171,88 hektare (ha), padi ladang 25.205,46 ha, kacang-kacangan 5.492,4 ha, dan ubi-ubian 2.526,12 ha. "Total kerusakan sampai dengan kondisi saat ini seluas 94.395,86 ha," ujar Frans.
Resiko kondisi rawan pangan di NTT, kata Frans, terbagi atas tiga kategori, yaitu ringan, sedang dan tinggi. Untuk resiko ringan tercatat terjadi pada 400 desa (14,45 % dari 2.769 desa), sedang 335 desa (12,09 %), dan tinggi 746 desa (26,94 %). "Untuk musim tanam 2009/2010 terjadi kerusakan tanaman pada 1.481 desa dari 2.769 desa di 20 kabupaten," katanya.
Menurut Frans, secara makro posisi situasi pangan di NTT dibandingkan dengan jumlah kebutuhan konsumsi penduduk, persediaan beras mencukupi sampai dengan 1-7 bulan ke depan, jagung dan umbi-umbian mencukupi 3-5 bulan ke depan.
"Namun kondisi ini perlu selalu diikuti pengawasan terhadap distribusi dan stabilisasi harga yang menjamin akses dan daya beli masyarakat," jelas Frans.
(Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI. SMS ke : 081584414991)


